Pilkada Kendal
Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada Kendal 2020 Naik 8,53%
Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kendal 2020 naik 8,53 persen dibandingkan Pilkada 2015 lalu.
Penulis: Saiful Masum | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kendal 2020 naik 8,53 persen dibandingkan Pilkada 2015 lalu.
Sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih 5 tahun lalu hanya mencapai 67,42 persen, sedangkan pada Pilkada 2020 mencapai 75,95 persen.
Sementara target KPU RI, angka partisipasi pemilih Pilkada 2020 mencapai 77,5 persen.
Baca juga: Ruangan Penuh! 10 Pasien Pengawasan Covid-19 Dirawat di Selasar RSUD Kajen Pekalongan, Dua Meninggal
Baca juga: Covid-19 Meningkat PMI Kendal Layani Permintaan Penyemprotan Desinfektan
Baca juga: Ratusan Rumah di Dukuh Karisan, Desa Gembong, Kabupaten Pekalongan Rawan Longsor
Baca juga: 6 Kali Menikah Tidak Dikaruniai Anak, Wanita Berusia 26 Tahun di Tegal Nekat Menculik
Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.
Karenanya, Pilkada pada 2020 ini diselenggarkan di tengah pandemi Covid-19 dengan prosedur penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Ia juga mengapresiasi kepada seluruh penyelenggara Pilkada 2020 yang terlibat, serta masyarakat Kendal pada umumnya yang telah menyukseskan Pilkada 2020 ini.
Terkhusus setelah jalannya Pilkada menurut Hevy berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti.
"Jalannya Pilkada lancar kondusif. Tak ada TPS yang terkendala sehingga tidak ada TPS yang melakukan pemungutan suara ulang," terangnya, Senin (14/12/2020).
Selaku ketua KPU, Hevy juga mengucapkan terimakasih kepada TNI dan Polri yang telah membantu pengamanan selama proses Pilkada berlangsung.
Dengan pengamanan itu, dapat menghindarkan gangguan kriminalitas maupun gangguan lain hingga Pilkada bergulir.
"Untuk tingkat ketidakhadiran tahun ini pun semakin kecil dibandingkan dengan Pilkada lima tahun lalu," ujarnya.
Kata Hevy, angka ketidakhadiran masyarakat hanya mencapai 24,05 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Kendal sudah semakin sadar untuk memberikan dan mempergunakan hak suara guna menentukan pemimpin Kendal ke depan.
Katanya, jumlah ketidakhadiran warga Kendal pun kebanyakan bukan karena golput atau tidak memilih, melainkan banyaknya warga Kendal yang merantau di luar negeri sehingga tidak bisa mencoblos.
Ia mengaku bersyukur karena terjadi peningkatan partisipasi masyarakat serta kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan saat menunaikan hak pilihnya.
Baca juga: Soal Vaksin Covid-19 di Indonesia, IDI: Kami Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik
Baca juga: Soal Pria Nekat Terjun ke Arus Sungai Sipait Pekalongan, Polisi Ungkap Kondisi Kejiwaan Korban
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Kota Tegal Naik Jelang Libur Nataru, Berikut Daftar Harganya
Baca juga: Update Covid-19 Kabupaten Tegal: Melonjak Tajam, 2.823 Kasus, 2.222 Sembuh, 88 Orang Meninggal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/petugas-kpps-dibantu-linmas.jpg)