Berita Pekalongan

Cerita Arofatur Warga Kertoharjo Pekalongan yang Tertipu Kasur Spring Bed Palsu

Nasib miris dialami Arofatur Rohman warga RT 2 RW 9, Kelurahan Kertoharjo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang membeli tempat tidur baru.

Editor: Rival Almanaf
Tribun-pantura.com/ Indra Dwi Purnomo
Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Basuki (kanan) memperlihatkan kasur springbed yang palsu 

TRIBUN-PANTURA.COM, PEKALONGAN - Nasib miris dialami Arofatur Rohman warga RT 2 RW 9, Kelurahan Kertoharjo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang membeli tempat tidur baru atau springbed.

Pasalnya, niat bisa beristirahat di kasur baru malah urung karena springbed yang dibeli ternyata abal-abal alias palsu.

Bahkan, ketika springbed itu dibuka, isinya bukan seperti springbed seharusnya melainkan berisi kardus yang hanya disanggah dengan balok kayu.

Arofatur Rohman mengatakan, awalnya, ia tidak tahu kalau kasur springbed itu palsu. Karena, dari tampilan bagus dan ada promo. Selain itu juga, istri minta dibelikan kasur baru.

Baca juga: Pedagang PAI Tegal Berharap Objek Wisata Selalu Buka

Baca juga: Bulan Februari Diprediksi Jadi Puncak Musim Hujan di Pekalongan

Baca juga: Pohon Tumbang di Jalan Raya Karanganyar-Doro Pekalongan Karena Diterpa Angin Kencang

Baca juga: Antisipasi Pengunjung PAI Membludak, Pemkot Tegal Berencana Siapak Sistem Buka Tutup

Bahkan, lebih menyakinkan lagi ada garansi 3 tahun dan apabila rusak bisa diganti.

"Jadi ceritanya itu tiga hari yang lalu, waktu saya di rumah ditawari kasur springbed sama orang dengan harga sangat murah karena masih promo cuci gudang," kata Arofatur saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (4/1/2021) siang.

Kemudian, karena bentuk kasur itu bagus dan istri ingin kasur baru akhirnya ia menawar barang tersebut.

"Saya tanya harganya berapa? Penjual bilang harganya Rp 1,2 juta. Terus saya tawar hingga Rp 700 ribu tapi penjual tidak mau. Harga pas nya Rp 900 ribu," imbuhnya.

Arofatur menceritakan, kalau dengan harga Rp 900 ribu ia tidak mau membayar lunas, kemudian penjual menawari untuk kredit.

"Penjual minta dp atau uang muka Rp 300 ribu dan nantinya tiap bulan membayar Rp 50 ribu. Saya, akhirnya mau kalau kredit."

Ia mengungkapkan, penjual tahu kalau barang yang dijual itu palsu, akhirnya bertanya tentang burung peliharaannya.

"Karena sing dodol reti (karena yang jual tahu) springbed palsu, menawar burung peliharaannya. Saya jawab burung itu harganya Rp 600 ribu. Lalu, penjual ngomong daripada hutang digenapi saja burung dan Rp 300 ribu dapat kasur springbed. Akhirnya saya mau dan membeli kasur tersebut," ungkapnya.

Setelah kasur itu dibeli dan dijadikan untuk tiduran anak. Namun, ada terasa aneh dengan springbed yang dibeli.

"Saya bongkar kasur itu mas. Ternyata kasur tersebut berisi kardus dan hanya disanggah dengan balok kayu," katanya.

Dikatakannya, melihat kejadian itu ia langsung mencari penjual tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved