Breaking News:

Berita Slawi

Springbed Abal-abal Viral, Penjualan Kasur Full Busa Lesu, Mustofa: Pembeli Mengira Sama

Berita Springbed Abal-abal Viral, Penjualan Kasur Full Busa Lesu, Mustofa: Pembeli Mengira Sama

Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Tumpukan kasur busa yang dijual oleh Mustofa Kamal (40), warga Desa Grobog Kulon, RT 4 RW 5, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Rabu (6/1/2021). Penjualan kasur busa menurun setelah berita soal springbed palsu viral. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Viralnya penjual springbed abal-abal di Pekalongan belum lama ini, berdampak pada penjual kasur busa yang asli karena pendapatan mereka berkurang. 

Hal ini diakui oleh Penjual Kasur Busa Asli, Mustofa Kamal (40), yang mengaku terdampak dengan adanya berita penjual springbed palsu.

Dari yang biasanya membawa kasur busa satu mobil pickup habis terjual, saat ini paling hanya 2 atau 3 kasur saja.

Baca juga: Kisah Pembuat Spring Bed Palsu di Kabupaten Tegal, Baru Sekali Dikomplain Produksi Langsung Berhenti

Baca juga: Kompol Basuki : Kasur Spring Bed Palsu Diproduksi di Tegal

Baca juga: Tiga Penjual Kasur Spring Bed Palsu Dilepas Polisi, Ini Alasannya

Baca juga: Cerita Arofatur Warga Kertoharjo Pekalongan yang Tertipu Kasur Spring Bed Palsu

"Berita yang sedang viral ini sangat berpengaruh dengan penjualan di tempat saya."

"Karena calon pembeli mengira kasur yang saya jual sama dengan yang abal-abal itu."

"Padahal punya saya ini full busa, tapi ya saya tahu juga ada berita springbed abal-abal itu," kata  Mustofa, saat ditemui di rumahnya, Rabu (6/1/2021).

Mengaku baru memulai usaha jual kasur busa selama 8 bulan, sales yang biasa mengambil kasur di tempatnya memasarkan ke daerah sekitar Kabupaten Tegal.

Misalnya Pemalang, Brebes, dan Pekalongan. Caranya juga sama yaitu dengan menggunakan mobil pickup dan berkeliling ke rumah-rumah warga.

"Padahal saya hanya menjual kasur busa, tapi tetap kena imbas dari penjual springbed palsu ini."

"Biasanya membawa satu mobil semua habis terjual, sekarang paling dua atau tiga kasur yang terjual per hari," ungkapnya. 

Mustofa berharap, masyarakat harus lebih waspada, teliti, dan cerdas saat akan membeli kasur. 

Harus benar-benar dilihat kualitasnya, jangan hanya karena harga murah saja tapi tidak tahu kualitasnya bagaimana.

"Saya imbau masyarakat untuk lebih hati-hati jangan mudah tergiur dengan tawaran harga murah. Sebagai pembeli harus lebih cermat dan cerdas lagi," pesannya.

Sementara itu, Penjual kasur lain yang ada di Desa Grobog Kulon Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Tohir (60), mengaku menjual kasur yang sama dengan yang sedang viral tersebut.

Namun dari segi bahan baku berbeda, dalam arti kerangka kayu lebih banyak, kain berbeda, dan busanya juga lebih tebal.

Tapi memang untuk penambahan kardus, per springbed di tempatnya pun juga sama. Tapi ya kualitasnya lebih baik.

"Kalau saya menjual ke sales per satu kasur itu Rp155 ribu. Setelah sudah di sales mereka menjual berapa ya saya tidak tahu."

"Kalau yang kualitasnya lebih bagus dan sudah masuk toko harganya bisa Rp1,5 juta per kasur," jelasnya. (dta)

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas dari Penjara, Tim Gabungan TNI 3 Unsur Jaga Perbatasan Sukoharjo

Baca juga: Undip Bantah Data Ratusan Ribu Mahasiswa Telah Bocor, Begini Penjelasan Plt Wakil Rektor III

Baca juga: Warga Binaan Rutan Pekalongan Hasilkan Produk Bernilai Jual

Baca juga: Harga Kedelai Impor Meroket, Pengusaha Tahu di Batang Minta Pemerintah Galakkan Swasembada Kedelai

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved