Berita Tegal

IDI Kota Tegal Imbau Penonton Bioskop Minimal Pakai Masker Bedah

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Tegal, dr Said Baraba mengatakan, standar penerapan protokol kesehatan di bioskop harus diterapkan.

Istimewa
Ketua IDI Cabang Kota Tegal, dr Said Baraba. 

TRIBUN-PANTURA.COM,TEGAL - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Tegal, dr Said Baraba mengatakan, standar penerapan protokol kesehatan di bioskop harus diterapkan secara selektif dan ketat. 

Satu di antaranya seperti aturan penggunaan masker bagi penonton. 

Said mengatakan, masker yang digunakan oleh penonton minimal adalah masker bedah.

Baca juga: PSBB Jawa Bali Diperpanjang Hingga 8 Februari, Pelaku Perjalanan Darat Harus Siapkan Hal Ini

Baca juga: Hujan Sepanjang Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Jumat 22 Januari 2021

Baca juga: Hujan Siang Hingga Malam Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Kabupaten Batang Jumat 22 Januari 2021

Baca juga: Terus Koleksi Kemenangan, Atletico Kini Perlebar Jarak Jadi 7 Poin dari Real Madrid

Jangan menggunakan masker kain.  

Ia menilai, penggunaan masker kain di ruang tertutup dan berpendingin ruangan (AC) harus lebih diwaspadai. 

Di ruangan tersebut, masker kain dinilai tidak berfungsi dengan baik untuk memfilter virus. 

Berbeda dengan masker bedah yang dinilai lebih efektif dalam memfilter virus. 

"Minimal pakai masker bedah, yang biasa dipakai warna hijau. Kalau maskernya itu masker kain. Itu tidak bisa menjamin akan memfilter virus dengan baik," kata Said kepada Tribun-Pantura.com, Kamis (21/1/2021).

Kemudian menurut Said, pengelola bioskop harus memastikan penonton tidak membuka masker saat menonton. 

Selain itu masker harus terpakai dengan benar, artinya menutupi hidung dan mulut. 

Said mengatakan, aturan ketat tersebut perlu diterapkan karena bioskop adalah ruang tertutup dan berpendingin ruangan. 

Ia menilai, virus akan berputar-putar di ruangan tertutup. 

Jika terkena udara dari pendingin ruangan, maka virus lebih mudah tersebar. 

"Karena kasus Covid-19 masih tinggi. Maka ada kemungkinan yang kita temui adalah orang-orang dengan status OTG. Jadi kelihatannya sehat tetapi ternyata membawa virus," jelasnya.

Baca juga: Samsat Keliling Kota Tegal Hari Ini Jumat 22 Januari 2020 Buka di 8 Lokasi, Jumat 22 Januari 

Baca juga: Yogyakarta Surganya Kuliner Murah, Bule Jual Mi Ayam Rp 7 Ribu

Baca juga: Pansus Pengarusutamaan Gender DPRD Kota Semarang Jaring Masukan dari Akademisi UPGRIS

Menanggapi rencana pemberian izin operasional bioskop di Kota Tegal, IDI Kota Tegal menilai lebih baik ditunda. 

Said mengatakan, hingga saat ini angka Covid-19 belum bisa dikatakan menurun. 

Pihaknya khawatir pembukaan bioskop justru akan menjadi tempat penyebaran baru Covid-19. 

"Kalau kami dari IDI, kalau bisa sebaiknya jangan dilakukan pembukaan bioskop terlebih dahulu. Karena yang kita khawatirkan nanti akan menjadi tempat penularan baru di masa pandemi Covid-19," ujarnya. (fba)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved