Minggu, 26 April 2026

Berita Kudus

PAMMI Kudus DIduga Sunat Dana Bantuan, Seniman Kecewa, Mengadu ke Disbudpar

PAMMI Kudus DIduga Sunat Dana Bantuan, Seniman Kecewa, Mengadu ke Disbudpar

Tribunpantura.com/Raka F Pujangga
Perwakilan Komunitas Vokal Kudus (Voku), ‎Irma Glow, saat melakukan pertemuan dengan Plt Bupati Kudus, HM Hartopo, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Sejumlah komunitas mengeluhkan pembagian bantuan dana sebesar Rp12 juta bagi pekerja seni‎ yang tidak merata.

Bahkan, kata dia, terdapat sejumlah komunitas seni yang tidak memperoleh bagian dari bantuan dana tersebut.

Perwakilan Komunitas Vokal Kudus (Voku), ‎Irma Glow mengatakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus menyerahkan anggaran bantuan itu melalui Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kudus.

Baca juga: Mantan Dirut PDAM Kudus Ayatullah Humaini Dihukum 4,5 Tahun Penjara, Kasus Suap Kepegawaian

Baca juga: Langgar Larangan Parkir, Relakan Kendaraan Digembok Petugas Dishub Kudus

Baca juga: Jalan di Perbatasan Semarang Rusak Parah, 4 Warga Terguling: Ini Juga Bagian Wajah Semarang Hebat

Baca juga: Menikmati Ayam Bakar Mak Gogok di Blora, Kuliner Legendaris Berawal dari Centong Kayu

Namun setelah dibagikan pada tanggal 17 Januari 2021, masing-masing komunitas hanya menerima Rp500 ribu.

Padahal, yang tergabung di dalam PAMMI ada sebanyak 12 komunitas‎. Sehingga setiap komunitas seharusnya memperoleh Rp1 juta.

"Tapi kenyataannya bantuan untuk pekerja seni malah dipotong. Sudah dipotong Rp500 ribu, bahkan ada komunitas sound dan syuting belum dapat," jelas dia, Sabtu (30/1/2021).

Dia berharap, Disbudpar Kudus dapat menegur PAMMI yang dinilai lalai dalam menyerahkan bantuan bagi pekerja seni tersebut.

Pihaknya juga mendatangi kantor Disbudpar Kudus untuk menyelesaikan persoalan tersebut pada hari Jumat (29/1/2021) kemarin.

‎"Kami datang ke dinas itu tujuannya agar PAMMI itu ditegur," ujar dia.

Menurutnya, selama masa pandemi berlangsung PAMMI Kudus tidak pernah melakukan gerakan untuk memperhatikan komunitas di dalamnya.

"PAMMI Kudus‎ tidak pernah melakukan gerakan apapun untuk pekerja seni di bawah naungannya," jelas dia.

Namun, saat ada bantuan untuk pekerja seni di Kabupaten Kudus justru melakukan pemangkasan sesuka hati.

"Giliran ada donasi bantuan, seenaknya membagikan dengan porsi yang tidak pas," ujar dia.

Bahkan, informasinya sebagian bantuan donasi itu dipakai PAMMI untuk menalangi kegiatan-kegiatannya.

"Uang bantuan itu malah dibuat untuk menala‎ngi kegiatannya PAMMI," ujar dia.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved