Berita Jateng
Ini Kata Pakar Kesehatan Masyarakat dan Psikolog Soal Gerakan Jateng di Rumah Saja
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menggulirkan gerakan Jateng di Rumah Saja pada Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021) akhir pekan ini.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
"Ketika saya melayani konseling selama masa pandemi, yang sering ditemukan terkait kebingungan yang dialami oleh satu keluarga karena terlalu bosan di rumah. Orang sering konsultasi karena gampang sensitif dan sering tersulut emosi," jelasnya.
Hal itu terjadi karena ada perubahan perilaku terutama hubungan keluarga di rumah. Sering muncul permasalahan rumah tangga dan persoalan mengasuh anak.
Sementara, pakar kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip), Bagus Wijanarko menuturkan Jateng di Rumah Saja bisa jadi solusi guna mencegah penularan Covid-19 yang muncul di Jawa Tengah.
"Dalam konteks pencegahan, gerakan tersebut bisa jadi satu cara. Sebab, virus corona yang menular dari manusia ke manusia harus dihambat dengan berbagai cara. Mulai mengatur jaga jarak, mengantisipasi kerumunan, mencuci tangan karena tangan bisa ada percikan ludah dan bersin," kata dosen Jurusan Promosi Kesehatan (Promkes) FKM Undip ini.
Jateng di Rumah Saja, kata dia, merupakan geranan agar masyarakat bisa belajar kedisiplinan dalam tata cara hidup baru dengan protokol kesehatan. Tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan.
Bagus mengaku optimistis penularan covid bisa berkurang bila masyarakat berperilaku lebih disiplin dalam mematuhi aturan Gerakan Jateng di Rumah Saja.
"Harus ada pemahaman dan kesadaran yang kuat bahwa dengan berdiam diri di rumah dua hari dan jika dilakukan dengan disiplin maka bisa menurunkan kasus penularan Covid-19," tandasnya.(mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/tangkapan-layar-video-ganjar-memberikan-keterangan-terkait-jateng-di-rumah-saja.jpg)