Kamis, 7 Mei 2026

Berita Kajen

Ihwal Oknum Kades di Pekalongan Hamili Warganya, Polisi Periksa Saksi, DPRD Angkat Bicara

Ihwal Oknum Kades di Pekalongan Hamili Warganya, Polisi Periksa Saksi, DPRD Angkat Bicara

Tayang:
Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Akhwan Nadzirin. 

"Rasanya campur aduk. Saya deg-degan, sedih, kecewa, kalut, panik, dan takut."

"Tadi malah sempat mau muntah dan pingsan. Habis itu saya minum obat," kata NA saat dihubungi Tribunjateng.com, malam.

NA menceritakan, dirinya tak bisa membayangkan apabila tak minum obat saat itu.

Selain perasaannya sedang tak karuan dan tertekan, kondisi badannya sedang kurang sehat. 

"Kalau tidak minum obat, mungkin tidak bisa sekuat tadi."

"Saya tertekan karena ingat kerap mendapat ancaman dari pihak sana," ucapnya. 

Perasaan makin tak karuan, kata NA, makin terasa ketika memasuki ruang pemeriksaan Unit PPA.

"Isi hati dan pikiran makin campur aduk di dalam ruang itu. Membayangkan apa yang sudah saya alami," imbuhnya.

Ia mengatakan, usai menerima kekerasan sebenarnya ia memiliki niat untuk visum.

Namun, kata dia, perasaan takut terlalu kuat. Niat itu terpaksa ia urungkan. 

"Sebenarnya saya sampai berdarah dan sakit. Tapi, itu semua saya sembunyikan dari keluarga."

"Seolah-olah saya baik-baik saja. Ya, apa lagi kalau bukan karena takut," kata NA.

Dirinya menyebutkan, saat itu luka ada di beberapa bagian tubuhnya. Di antaranya di paha, kaki, dada, kepala, dan jidat. 

"Pernah sampai rambut saya botak sebagian karena dijambak. Bahkan mulut sampai berdarah kena pukul."

"Karena kan saya pakai kawat gigi, jadi mudah berdarah kalau dipukul," ujarnya.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved