Breaking News:

Berita Temanggung

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau, Ekonom IPB: Optimalkan Produk Tembakau Selain Rokok

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau, Ekonom IPB: Optimalkan Produk Tembakau Selain Rokok

Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Yayan Isro Roziki
Petani tembakau di Temanggung memotong bunga yang tumbuh di pucak pohon tembakau, beberapa waktu lalu. Bunga yang tumbuh mekar itu, bila tak dipotong dapat mengganggu pertumbuhan daun tembakau. 

TRIBUNPANTURA.COM, TEMANGGUNG - Pandemi Covid-19 menghajar sendi-sendi perekonomian hampir seluruh lapisan anak bangsa. Tak terkecuali para petani tembakau.

Harga tembakau anjlok, seiring naiknya tarif cukai rokok, dan pukulan pandemi Covid-19.

Pengamat Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prima Gandhi, mengatakan guna meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, optimalisasi produk tembakau selain rokok bisa menjadi pilihan.

Baca juga: Dampak Kenakan Cukai Rokok 2021, Harga Tembakau Anjlok, Petani di Batang Enggan Menanamnya Lagi

Baca juga: Cukai Rokok 2020 Naik Tinggi, Peredaran Rokok Ilegal Meningkat, Kata Sri Mulyani: Ini Bagus . . .

Baca juga: Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY Musnahkan 25,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp21,85 Miliar

Baca juga: Semangat Pantang Menyerah Gading, Difabel Penjaja Rokok, Kayuh Sepeda Keliling Alun-alun Kajen

Karena itu, sosialisasi produk tembakau selain rokok harus dioptimalkan oleh pemerintah. 

Misalnya, nikotin cair yang banyak diburu oleh pengguna rokok elektrik seperti vape. 

Tentu saja tujuannya adalaj petani tembakau mendapatkan solusi dalam meningkatkan perekonomian setelah terdampak pandemi Covid-19

Katanya, potensi ini bisa dimaksimalkan petani tembakau untuk meningkatkan kesejahteraan dalam segi pendapatan.

Karena, permintaan nikotin cair yang dikonsumsi untuk rokok elektrik bisa mencapai ratusan ribu liter pertahunnya.

"Menurut data, di tahun 2018 ada sebanyak 168,8 ribu liter ekstrak tembakau yang dikonsumsi. Pada 2019 jadi 722,6 ribu liter, kemudian di 2020 jadi 947 ribu liter."

"Artinya setiap tahun ada peningkatan konsumsi ekstrak tembakau," katanya sebagaimana rilis tertulis yang diterima tribunjateng.com, Rabu (31/3/2021).

Hal ini disampaikan Prima Gandhi dalam sarasehan dengan beberapa pegiat dan pemerhati tembakau, yang digelar DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung, kemarin.

Ia berharap, pemerintah bisa merancang regulasi yang lebih jelas terkait pemanfaatan tembakau menjadi produk-produk inovasi lainnya guna mendukung penyerapan tembakau dari kalangan petani. 

Sementara Forcaster Klimatologi Semarang, Zauzik Nana menyampaikan, dengan pemahaman terhadap informasi anomali iklim pada komoditas pertanian, diharapkan bisa memberikan ilmu untuk membantu petani dalam menentukan langkah awal musim tanam tembakau.

Khususnya memperhatikan cuaca dan kebutuhan air selama masa tanam agar produksi melimpah dan berkualitas. 

Katanya, musim kemarau di Jawa Tengah diprediksi mengalami kemunduran hingga pertengahan April mendatang karena beberapa faktor. 

"Waktu ini cocok untuk memulai masa tanam selagi masih turun hujan," ujarnya. 

Kepala Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada, Dr  Bambang Hudayana menegaskan, APTI nantinya harus bisa mendorong agar proporsi cukai bisa didapatkan untuk menjawab permasalahan petani.

Katanya, keberadaan organisasi, koperasi tani atau bahkan BUMD untuk seharusnya bisa membantu petani lebih terkoordinir.

Mulai dari persoalan tanam, panen, hingga penjualan tembakau.

Dengan itu, efisiensi pemanfaatan waktu lebih maksimal untuk saling bantu-membantu satu sama lain.

"Organisasi atau koperasi itu harus kuat, konsolidatif, profesional, leadership bagus, managemen bagus, dan harus inovatif," terangnya.

Ketua DPD APTI Jawa Tengah, Muh Rifai mengatakan, ke depan perlu adanya inovasi untuk membangun eksistensi asosiasi petani tembakau di Temanggung

Dengan harapan, dapat jadi terobosan baru agar penanaman hingga penjualan dan pemanfaatkan hasil tembakau bisa maksimal. 

Ketua DPC APTI Temanggung, Siyamin menambahkan, tembakau merupakan komoditi pertanian yang sudah melekat bagi petani Temanggung

Katanya, budaya menanam tembakau, sebarusnya bisa disinkronisasikan dengan kemajuan zaman saat ini. Seperti contoh pengolahan dalam bentuk produk lain.

Dengan harapan, bisa meramu produk sendiri untuk meningkatkan penghasilan. (Sam)

Baca juga: Usaha Telur Asinnya Terancam Tutup, Sarwid Berharap Pemerintah Pikirkan Nasib Pedagang Oleh-oleh

Baca juga: Bupati Batang Wihaji Harap PPID Lakukan Terobosan Konten Informatif

Baca juga: Cerita Sopir Truk Angkut Potongan Pohon Baobad Raksasa, Dadang: Kadang Terasa Ringan

Baca juga: Ada Temuan Kasus Positif Covid-19 di Rombongan Kelompok Dharma Wanita di Kabupaten Tegal

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved