Breaking News:

Berita Batang

Organda Batang Kukuh Tak Setuju Larangan Mudik 2021, Berharap Pemerintah Lakukan Ini

Organda Batang Kukuh Tak Setuju Larangan Mudik, Harap Pemerintah Lakukan Ini: Tinjau Ulang

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
ayomudik.pu.go.id
Ilustrasi mudik menggunakan transportasi umum. 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pemerintah memastikan tidak ada moda transportasi angkutan mudik lebaran yang beroperasi selama pelarangan pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Moda transportasi tersebut termasuk angkutan darat, laut dan udara.

Peraturan tersebut telah resmi dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan PM Nomor 13 Tahun 221 tentang pengendalian transportasi selama idul fitri 1442 H dalam rangkan pencegahan penularan Covid-19.

Baca juga: Organda Tegal Kini Hanya Pasrah, Popo: Pemerintah Tolong Perhatikan Pekerja Sektor Transportasi

Baca juga: Seluruh Moda Transportasi Massal Dilarang Beroperasi 6-17 Mei 2021, Permenhub Larangan Mudik 2021

Baca juga: 15 Tahun Jadi Buronan Kasus Korupsi, Hendro Ditangkap Tim Tabur Kejaksaan saat Mudik ke Pati

Baca juga: Larangan Mudik 2021, Bupati Pemalang Fokuskan Penjagaan di Exit Tol Gandulan, Ini Alasannya

Menanggapi hal tersebut Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Batang merasa keberatan atas kebijakan itu dan meminta pemerinta meninjau ulang larangan mudik tahun 2021.

Wakil Ketua DPP Organda Batang, Nur Hasan mengatakan larangan beroperasi saat mudik cukup memberatkan pelaku usaha transportasi.

"Saat ini kondisi pengusaha angkutan umum di Kabupaten Batang sudah cukup berat sejak awal pandemi di tahun 2020 sampai sekarang," tuturnya saat dihubungi tribunpantura, Jumat (9/4/2021).

Hasan mengatakan awalnya para pengusaha sudah berharap besar di moment lebaran tahun ini bisa sedikit meraup pendapatan.

"Karena kami melihat kondisi sekarang sudah mulai bisa melakukan aktivitas ekonomi, wisata juga sudah mulai dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sudah berjalan baik."

"Itu menjadi harapan besar bagi para pengusaha dan pengemudi, tetapi malah sekarang ada pelarangan itu," ujarnya.

Menurutnya, belum stabilnya pendapatan akibat dampak pandemi ditambah pelarangan mudik ini akan membuat pengusaha mau pun pengemudi semakin terpuruk.

"Sejak pandemi pendapatan sudah sangat menurun kalau pelarangan benar diterapkan pendapatan berhenti total tidak ada pemasukan, kemarin saja alhamdulillah terbantukan dengan BLT selama tiga bulan," imbuhnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya saling berdiskusi antar organda dia daerah lain, provinsi, dan pusat untuk mencari solusi atas kebijakan itu.

"Sikap kami saat ini masih saling berkoodinasi organda antar daerah provinsi maupun pusat untuk mencari solusi, nanti dalam waktu dekat kami ada pertemuan untuk membahas itu," pungkasnya. (din)

Baca juga: Diterpa Angin Kencang, Pohon Johar Tumbang dan Tutup Akses Jalan Karanganyar-Kajen

Baca juga: Pantai Blendung Ulujami, Keindahan Tersembunyi di Pemalang, Rizqon: Bersih, Asri dan Tenang

Baca juga: Ramai-ramai Cuci Karpet Musala di Sungai, Tradisi Jelang Ramadan Masyarakat Kabupaten Pekalongan

Baca juga: Heboh, Hujan Es Sebesar Kelereng Landa Banjarharjo Brebes, Begini Penjelasan BMKG

 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved