Berita Jateng
Pemprov Jateng Bertekad Hapuskan Perkawinan Anak
Angka perkawinan anak diprediksi terus bertambah dari tahun ke tahun. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertekad tidak hanya menurunkan
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
Pihaknya juga mengeluarkan buku saku yang berisi panduan untuk mensosialisasikan pencegahan perkawinan anak. Kemudian, mengkampanyekan logo Nikah Sehati (sehat, terencana, mandiri).
"Kami juga melakukan pelatihan keterampilan hidup bagi anak-anak. Ada forum genre, osis, disabilitas. Untuk mendata perempuan dan anak rentan termasuk perkawinan anak, kami buat aplikasi Apem Ketan, yakni aplikasi pemetaaan perempuan dan anak rentan. Ini sudah diuji coba di Klaten, Kota Semarang, dan Wonosobo.
Selain itu, juga mendirikan layanan terpadu atau Care Center Jo Kawin Bocah untuk pencegahan dan penanganan perkawinan anak. Siapapun bisa menggunakan layanan tersebut.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan angka kasus perkawinan anak yang tinggi bisa dicegah. Sehingga kasus bisa diturunkan dan paling tidak dihapuskan.(mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/gubernur-jateng-ganjar-pranowo-menunjukan-poster-yang-berisi-tulisan-kampa.jpg)