Kamis, 7 Mei 2026

Berita Semarang

Anak Tukang Las di Semarang Hobi Main Game di Warnet, Dapat Beasiswa Kuliah Gratis, Digaji Pula

Cerita Anak Tukang Las di Semarang Hobi Main Game di Warnet, Dapat Beasiswa Kuliah Gratis, Digaji Pula. ciptakan aplikasi Covgone

Tayang:
Tribunpantura.com/Mamduk Adi P
Tangkapan layar yang menampilkan prototipe atau purwarupa aplikasi bikinan Zetta dalam talkshow yang diadakan secara virtual, Rabu (28/7/2021). 

Hasil kerjanya pun menjanjikan, aplikasi sudah dapat beroperasi secara sederhana.

Dengan prototipe sistem pendaftaran vaksinasi dalam ujian pemrograman itu, ia berhasil menjadi satu dari lima peraih Beasiswa Semesta.

Tidak hanya bisa berkuliah gratis, anak sulung dari tiga bersaudara ini juga akan mendapatkan kesempatan bekerja dan berkarya di bidang IT dengan gaji bulanan senilai upah minimum di Surabaya atau sekitar Rp4 juta.

Remaja kelahiran 8 September 2002 ini mulai mencintai dunia IT dimulai dari hobi bermain game di warung internet (warnet).

Zetta tidak langsung pulang ke rumah seusai sekolah. Melainkan, mampir ke warnet bersama teman-temannya.

Game favoritnya yakni Point Blank. Permainan tembak-tembakan online yang cukup terkenal pada 2010-an.

Setiap harinya, ia rela mengirit jajan di sekolah supaya bisa main gim di warnet.

Kecintaannya bermain gmae di warnet kemudian membuatnya tertarik belajar membuat gim di komputer. Karenanya, dia harus belajar pemrograman.

Ia pun masuk jurusan pemrograman di SMKN 8 Semarang.

"Dari bermain gim, saya tertarik untuk menjadi developer. Ternyata developer itu harus bisa pemrograman, untuk itu saya sekolah di SMK dan banyak belajar tentang pemrograman," terangnya.

Sang ayah, Joni Christiono bekerja sebagai tukang las.

Sedangkan ibu, Ester Yuliani membuka jasa binatu kecil-kecilan di rumahnya.

Untuk membantu perekonomian keluarga, Zetta kerap menggunakan keahliannya di bidang IT dengan mengambil pekerjaan lepas. Semisal membuat website sekolah atau pun ikut lomba.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, sudah saatnya bagi Semarang dan Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton saja dalam perkembangan teknologi komputer.

Dengan semakin bertumbuhnya industri teknologi informasi, talenta-talenta hebat dari Indonesia, termasuk Zetta harus terlibat dan memenangkan kompetisi di industri IT.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved