Rabu, 13 Mei 2026

Berita Batang

Diduga Cyber Crime, 9 Nama Calon Peserta Didik Baru Mendadak Hilang Jelang Pengumuman PPDB

Sembilan nama siswa pendaftar di SMA Negeri 1 Batang jalur zonasi mendadak hilang dari jurnal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Dina Indriani
Calon Peserta Didik Baru di SMAN 1 Batang melakukan daftar ulang, Rabu (6/7/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Sembilan nama siswa pendaftar di SMA Negeri 1 Batang jalur zonasi mendadak hilang dari jurnal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di detik-detik akhir.

Hal itu pun menorehkan kecurigaan adanya dugaan kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.

Salah satu diantaranya yang dialami, Amarlina Cindani walimurid yang anaknya menjadi korban menghilangnya nama dari jurnal PPDB Online SMAN 1 Batang.

Ia pun kaget saat mengetahui itu, karena hingga satu menit sebelum penutupan nama anaknya masih ada.

Baca juga: Ingin Menikah Tapi Terkendala Biaya? Yuk Ikut Nikah Massal di Slawi Wedding Fair 2022

"Pada awal pukul 14.30, posisi anak saya di urutan 131, lalu pada pukul 15.59, posisi anak saya di jurnal nomor 141 tapi saat penutupan hilang," tuturnya saat dihubungi melalui telfon, Rabu (6/7/2022).

Mengetahui itu, ia pun langsung mendatangi SMAN 1 Batang pada sore itu juga.

Di sekolah, ia bertemu dengan walimurid yang bernasib serupa.

Sesampainya di sana, ternyata pihak sekolah juga tahu ada yang mengubah data siswa.

Baca juga: Pemkab Tegal Akan Naikkan Target Penerimaan Pajak Daerah 2023 Mendatang

Hasil penelusurannya, pilihan sembilan siswa itu diubah di detik-detik akhir penutupan PPDB online.

"Padahal ya kita tidak ada yang merubah sama sekali," ujarnya.

Data pilihan anaknya dialihkan ke SMAN 2 Batang yang jelas tidak akan masuk jurnal.

Proses pengubahan itu berurutan mulai pukul 14.27 hingga 16.00 secara berurutan.

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari ini Turun Rp 12.000, Ini Daftar Lengkapnya

"Kami juga melacak oknum yang mengubah data itu di IP Adress yang sama," imbuhnya.

Pihaknya menduga ada cyber crime dengan sabotase sistem online.

Ia pun sempat membuat aduan ke Polres Batang.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved