Berita Demak

Polres Demak Tangkap 15 Pelaku Perjudian dan 2 Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

Sebanyak 17 orang ditangkap petugas Satreskrim Polres Demak beserta jajaran terkait kasus perjudian dan penyalahgunaan BBM subsidi.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Rezanda Akbar D
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus perjudian dan penyalahgunaan BBM subsidi saat konferensi pers di Kapolres Demak, Rabu (7/9/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, DEMAK - Sebanyak 17 orang ditangkap petugas Satreskrim Polres Demak beserta jajaran. 

Belasan orang tersebut ditangkap terkait kasus perjudian dan penyalahgunaan BBM subsidi.

"Hari ini kami merilis atensi Kapolri yaitu kasus perjudian dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Kasus ini diungkap dalam kurun waktu satu bulan terakhir," kata Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono saat konferensi pers di Kapolres Demak, Rabu (7/9/2022).

Terkait kasus penyalahgunaan BBM subsidi, polisi berhasil mengamankan 2 orang beserta sejumlah barang bukti berupa 2 unit truck, 1 buah tangki berisi 8.000 liter solar, 1 buah tangki berisi 3.500 liter solar.

Baca juga: BPTIK Dikbud Jateng Adakan Gelar Karya Guru dan Siswa 2022, Pengiriman Karya Sampai 7 November

1 unit sepeda motor, 5 jerigen berisi solar bersubsidi, serta 2 lembar nota pembelian solar bersubsidi.

"Barang bukti 2 unit kendaraan truck yang sudah di modifikasi dengan tangki pengangkut BBM solar beserta barang bukti lainnya kami amankan."

"Estimasi selisih harga solar non subsidi dengan subsidi adalah Rp. 17.250,- / liter. Sehingga diperkirakan kerugian negara mencapai ratusan juta," paparnya.

Baca juga: Antisipasi Gangguan Kamtibmas Pasca Kenaikan BBM, Polres Tegal Kota Intensifkan Patroli di SPBU

Kemudian terkait dengan kasus perjudian, polisi berhasil mengamankan 15 orang.

Dengan rincian 11 orang pelaku judi konvensional sambung ayam, kartu, dadu dan bilyard serta 4 orang pelaku judi online.

Sejumlah barang bukti turut diamankan dalam kasus perjudian tersebut.

Di antaranya uang tunai, ponsel, peralatan sambung ayam, peralatan dadu dan meja bilyar.

Baca juga: Soal Lawatan Puan Maharani ke Sejumlah Pimpinan Parpol, Begini Respon Ganjar Pranowo

"Barang bukti uang ada Rp 3,5 juta, juga ada handphone milik para pelaku. Untuk konvensional, rata-rata mereka bermain judi sambung ayam, kartu, dadu dan bilyard," katanya.

Pelaku judi konvensional ditangkap di Kecamatan Demak, Wonosalam, Mijen, Gajah, Sayung, Mranggen, Karangtengah dan Karangawen.

Sementara pelaku judi online ditangkap oleh Unit Resmob Polres Demak.

"Judi online rata-rata mereka saat membeli menggunakan SMS. Dari hasil SMS itulah kita kembangkan dan dilakukan penangkapan terhadap pelaku judi online di wilayah Demak," terangnya.

Baca juga: DPC PPP Banyumas Enggan Tanggapi Persoalan Pemberhentian Suharso Monoarfa

Budi menambahkan, Polres Demak akan selalu beroperasi untuk terus memerangi penyakit masyarakat yang ada di Kabupaten Demak.

"Kami imbau kepada masyarakat, jangan pernah mencoba melakukan perjudian apapun jenisnya," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved