Berita Jateng
Sengketa Lahan, SDN Dukuhseti 02 Pati Disegel
Akibat sengketa lahan yang tak kunjung usai, ratusan pelajar SDN Dukuhseti 02, Kabupaten Pati, terpaksa tidak belajar di sekolah.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, PATI - Akibat sengketa lahan yang tak kunjung usai, ratusan pelajar SDN Dukuhseti 02, Kabupaten Pati, terpaksa tidak belajar di sekolah.
Mereka terpaksa belajar secara daring dari rumah.
Sebab, saat ini lahan seluas 2.500 meter persegi tempat berdirinya bangunan Kantor Desa Dukuhseti dan SDN 02 Dukuhseti tersebut disegel oleh kuasa hukum Soenari bin Tanus yang merupakan empunya Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah tersebut.
Penyegelan dilakukan pada Minggu (6/11/2022) kemarin.
Di depan lahan tersebut, kuasa hukum Soenari memasang spanduk bertuliskan "Mohon maaf. Tanah/lahan ini kami tutup sementara selama tanah/lahan ini belum ada penyelesaian dari pihak-pihak terkait dan dilarang melakukan kegiatan apa pun di tanah/lahan ini. Dimohon pengertiannya. Sekian dan terima kasih."
Di bawah spanduk tersebut, dibubuhkan logo Beti Wirandini & Assiciates Law Office sebagai kantor hukum tempat pemilik sertifikat tanah menguasakan perkara ini.
"Untuk pembelajaran, saat ini kami tempuh secara daring. Selanjutnya, rencananya yang kelas 1 sampai 3 tetap daring, sementara siswa kelas 4 sampai 6 dititipkan ke SDN Dukuhseti 01. Karena lokasinya berdekatan," kata Kepala SDN Dukuhseti 02, Endah Krismiati.
Ia menyebut, siswa di SDN Dukuhseti 02 berjumlah 181 orang.
Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di wilayah Kecamatan Dukuhseti.
Endah menyebut, sistem pembelajaran seperti ini akan diterapkan sampai ada keputusan tetap mengenai penyelesaian sengketa tanah ini.
Senin (7/11/2022), Ayla bersama sejumlah kawannya yang tinggal berdekatan berkumpul di rumah seorang wali murid yang lokasinya tak jauh dari sekolah.
Mereka dikumpulkan atas inisiatif sang guru, agar bisa belajar berkelompok selama sistem pembelajaran daring akibat sengketa lahan diterapkan.
"Enggak belajar di sekolah karena sekolahnya ditutup," kata siswi Kelas 3 ini lugu.
Camat Dukuhseti Agus Sunarko mengatakan, kepada aparatur Pemerintah Desa Dukuhseti, pihaknya sudah meminta agar mereka bekerja dari rumah (work from home/WFH) terlebih dahulu sampai ada proses lebih lanjut.
Ia juga memastikan agar tidak ada siswa-siswi yang terbengkalai dalam proses belajar-mengajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Lahan-tempat-berdirinya-bangunan-Kantor-Desa-Dukuhseti.jpg)