Jateng Dikepung Banjir
Banjir di Sragen Rendam 15 SD dan 16 TK, Beberapa Kelas Kemasukan Air
Sebanyak 15 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sragen terendam air selama dua hari akibat banjir.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m zaenal arifin
TRIBUNPANTURA.COM, SRAGEN – Sebanyak 15 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sragen terendam air selama dua hari akibat banjir.
Padahal SD tersebut tengah menyelenggarakan Penilaian Tengah Semester (PTS), akibatnya PTS diundur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi menengok sejumlah sekolah di Kecamatan Tanon yang tergenang banjir, Jumat (3/3/2023).
Meski sedang PTS, Suwardi mengatakan banjir ini tidak akan menganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah-sekolah selanjutnya. Hanya saja PTS diundur.
"Tidak mengganggu sih, hanya mengganggu jadwal saja. Kita tunda, itu saja tidak masalah. Kemudian ini yang lain tetap jalan," kata Suwardi usai mengecek di SD Pengkol 2.
Suwardi mengatakan pihaknya tidak bisa memprediksi kapan mulai sekolah lagi. Mengingat air tidak bisa di prediksi datang dan perginya.
Hanya saja, pihaknya sudah bersiap-siap untuk segera dibersihkan. Proses pembersihan sekolah tentu akan dilakukan para guru dan penjaga sekolah.
"Ini kita tunggu, air kan tidak bisa diprediksi datang dan perginya. Tapi kita harus siap-siap untuk segera dibersihkan. Kalau nanti sudah memungkinkan anak-anak masuk, ya pelajaran seperti biasa," katanya.
Untuk bantuan alat kebersihan, Suwardi mengaku sudah menyiapkan tinggal penyaluran ke sekolah-sekolah yang terdampak banjir.
"Ini semua sudah kita persiapkan alat untuk membersihkan, tinggal penyaluran ke semua sekolah yang terdampak banjir. Diantar atau diambil kami menungu disana. Kita sudah siapkan semua," imbuhnya.
Sementara itu, data yang dihimpun tidak hanya sekolah dasar yang terendam banjir namun juga ada 16 TK, PAUD yang juga terendam banjir di enam kecamatan.
Enam kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Sidoarjo, Masaran, Tanon, Plupuh, Sragen dan Kecamatan Jenar.
Suwardi mengatakan ketinggian air di berbagai sekolah cukup bervariasi ada yang sudah sampai ruangan kelas ada yang masih di halaman sekolah.
"Beberapa memang ada yang masuk kelas, jadi kita liburkan. Ada yang hanya di halaman sekolah dan KBM tetap berlangsung. Ada pula jalan menuju ke sekolah tidak bisa dilewati meskipun sekolah aman," kata Suwardi. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.