Berita Pekalongan

Kala Mantan Menteri Bambang Brodjonegoro Adu Tanding Badminton Triple Lawan Wali Kota Pekalongan

Istilah permainan mixed triple atau tiga lawan tiga memang belum cukup populer, karena badminton dikenal hanya pertandingan tunggal dan ganda.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Pertandingan persahabatan badminton triple antara tim bang bro dengan tim mas Aaf di GOR Unggul Jaya Kota Pekalongan. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Olahraga badminton atau yang biasa dikenal dengan bulutangkis dikenal dengan permainan tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri maupun ganda campuran.

Namun, komunitas Badminton Bang Bro pun mempopulerkan 3 lawan 3 atau badminton triple.

Istilah permainan mixed triple atau tiga lawan tiga memang belum cukup populer, karena badminton atau bulu tangkis dikenal hanya pertandingan tunggal, dan ganda.

Komunitas ini dipelopori oleh Bambang Brodjonegoro, mantan menteri di era Jokowi.

Pada pertandingan yang digelar di GOR Unggul Jaya, Jumat (2/6/2023) sore itu, komunitas bang bro melawan dari Kota Pekalongan yang dikomandoi oleh Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid atau yang sering disapa mas Aaf.

Tim dari bang bro terdiri dari Bambang Brodjonegoro, Candra Wijaya atlet bulutangkis atau peraih medali emas pada olimpiade 2000, dan mantan Dubes RI untuk Rusia yaitu M Wahid Supriyadi.

Sedangkan dari Kota Pekalongan yaitu Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Luqman, dan Monty dari PBSI Kota Pekalongan.

Pertandingan cukup ramai, dan pada pertandingan awal ini tim mas Aaf kalah, dan dimenangkan oleh bang bro.

Dalam pertandingan persahabatan ini, ada 20 laga yang dimainkan.

Dari laga tersebut, secara keseluruhan tim Mas Aaf memenangkan pertandingan persahabatan ini dengan skor 15-5.

"Kita menyebut diri bang bro badminton triple, kenapa badminton triple karena kebetulan masyarakat Indonesia yang suka badminton sangat banyak dan juga yang bisa jadi atlet sedikit."

"Kemudian, usia tidak bisa dilawan. Suatu saat kita akan menjadi lebih tua. Tidak sekuat sebelumnya, padahal kita ingin tetap bermain badminton."

"Maka kami coba menawarkan solusi, yaitu badminton triple," kata Bambang Brodjonegoro.

Badminton triple ini menjadi olahraga yang sifatnya rekreasi, tapi tetap menarik untuk melakukan semacam pertandingan.

"Kalau awalnya dulu masih muda, kita dengan gagah berani main single, lalu juga coba main double."

"Tapi lama kelamaan melihat usia, resiko yang dihadapi."

"Nah, dengan keterbatasan waktu kita bisa melihat badminton triple menjadi olahraga yang sifatnya rekreasi, tapi tetap menarik, untuk melakukan semacam pertandingan," imbuhnya.

Pihaknya mengungkapkan, bahwa tim yang dibawa ini adalah semua kalangan baik dari mantan birokrat, lalu birokrat, dan pengusaha.

Menurutnya, walaupun latar belakangnya tim bang bro bermacam-macam, tapi yang menyatukan semuanya cuma satu yaitu badminton, dan semuanya sepakat dan senang mencoba badminton triple dan ingin badminton triple dikenal oleh banyak pihak.

"Di grup kita ini (bang bro) latarbelakang nya macam-macam, ada mantan dubes Rusia untuk RI, mantan Deputi perekonomian, mantan anggota DPR RI, ada pensiunan birokasi, wirausaha, profesional BUMN ataupun di swasta."

"Mudah-mudahan pertandingan persahabatan ini bisa berjalan lancar."

"Kita sudah sering keliling ke berbagai tempat di Indonesia, pernah menang dan pernah kalah."

"Kalau melihat timnya Pekalongan, tongkrongannya seram dan kita menghadapi dengan lawan kuat tapi ini artinya pertandingan akan berjalan dengan menarik dan tentunya akan fun," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, prinsip pertandingan ini adalah persahabatan dan fun saja.

Aaf mengungkapkan, bahwa ia belumĀ  pernah main badminton main 3 lawan 3.

"Prinsip awal orang Pekalongan itu tidak pernah mundur, mau dua lawan dua, ataupun tiga lawan tiga. Prinsip awal berani, kalah menang itu belakangan," kata Aaf, sapaannya.

Pihaknya mengucapkan terimakasih atas kedatangan tim bang bro datang ke Kota Pekalongan. Kemudian, aaf juga meminta maaf kalau ada sambutan ataupun jamuan yang kurang berkenan.

"Insyaallah pertandingan persahabatan ini mudah-mudahan tidak terlupakan bagi semuanya. Kota Pekalongan, masyarakatnya sangat welcome, ramah, dan tidak memandang suku ras, agama ataupun jabatan, semuanya welcome," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved