Berita Regional

Pj Bupati Tegal dan Kudus Resmi Dilantik, Ini Tiga Masalah Prioritas yang Harus Ditangani

Dua Pj kepala daerah dilantik oleh Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana di Gedung Grandhika Bhakti Praja, Kompleks Pemprov Jateng.

Penulis: budi susanto | Editor: m zaenal arifin
Tribunpantura.com/Budi Susanto
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana berfoto bersama Pj Bupati Kudus dan Tegal usai pelantikan dua Pj kepala daerah di Gedung Grandhika Bhakti Praja Kompleks Pemrov Jateng, Rabu (10/1/2024). 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Dua Pj kepala daerah dilantik oleh Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana di Gedung Grandhika Bhakti Praja, Kompleks Pemprov Jateng, Rabu (10/1/2024).

Dua Pj tersebut yaitu M Hasan Chabibie menggantikan Pj Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan.

Kemudia Agustyarsyah menjabat sebagai Pj Bupati Tegal mengganti Umi Azizah yang telah purna tugas sebagai Bupati Tegal.

Usai memimpin sumpah jabatan dalam melantik dua Pj kepala daerah tersebut, Nana berujar, pergantian atau mutasi jabatan menjadi hal lumrah dan biasa.

Ia juga mengucapkan terimakasih kasih kepada Pj Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan dan Umi Azizah Bupati Tegal yang telah bertugas.

"Mereka sudah banyak berjasa dan mengemban tugas secara baik," paparnya saat ditemui awak media di Kompleks Pemprov Jateng.

Nana mengatakan baik Pj Bupati Kudus dan Bupati Tegal sudah mampu melakukan tugasnya dibawah rata-rata Pemprov Jateng.

"Untuk Pj baru, kami ingin mereka segera beradaptasi dan mempelajari karakteristik masing-masing daerah."

"Mereka juga kami minta segera melakukan langkah prioritas dari pemerintah pusat, misalnya pengentasan kemiskinan, stunting dan pengangguran," jelasnya.

Selain itu, Nana mengatakan Pj Bupati Tegal dan Kudus juga diminta memprioritaskan kesuksesan pemilu.

"Kesusksesan pemilu tidak bisa dilakukan tanpa kerjasama, untuk itu kami harap pejabat yang baru bisa membuat situasi kondusif dan damai," paparnya.

Nana juga mengatakan kolaborasi dan koordinasi bersama dinas, TNI Polri, Pemprov Jateng hingga pusat bisa terus dilakukan.

"Pencegahan potensi permasalahan jelang pemilu wajib dilakukan, untuk itu kolaborasi dan koordinasi wajib dilakukan tak hanya bersama Forkopimda, libatkan juga tokoh agama dan masyarakat untuk kesuksesan pemilu," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved