Berita Kudus

Berburu Nasi Jangkrik Tiap 10 Muharam di Komplek Menara Kudus, Ribuan Warga Rela Antre Berjam-jam

Nasi jangkrik, sebutan nasi dengan lauk irisan daging dibungkus daun jati yang disiapkan pihak YM3SK menjadi buruan masyarakat.

Penulis: Saiful Masum | Editor: m zaenal arifin
Tribunpantura.com/Saiful Masum
Ribuan warga antre berburu nasi berkat (nasi jangkrik) Sunan Kudus pada momentum 10 Muharam di komplek Menara Kudus, Selasa (16/7/2024). 

Mereka berniat datang lebih awal ke Masjid Menara Kudus agar bisa masuk jalur antrean depan. Supaya cepat mendapatkan nasi berkat yang dibagikan oleh Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus

"Kalau enggak datang lebih awal, ya antrenya di belakang. Saya dan teman-teman datang jam 03.00, Subuhan (salat Subuh) di Masjid Menara," ujar Rendy Novansyah.

Baca juga: Liburan Sekolah, Tiket Masuk TWL Pasir Kencana Pekalongan Hanya Rp 10 Ribu, Berlaku Sampai 25 Juli

Rendy, Ishak dan Zaky merupakan teman mengaji di pondok pesantren.

Ketiganya sudah berniat berburu nasi berkat Sunan Kudus jauh-jauh hari, selanjutnya bisa dimakan bersama sahabatnya di lingkungan pondok pesantren.

"Ini nanti hasilnya dimakan bareng-bareng sama teman-teman. Ini yang pertama kali, untuk mengharap berkah Sunan Kudus," tambah Ishak Maulana. 

Pembagian nasi berkat atau nasi jangkrik di komplek Menara Kudus dimulai kurang lebih pukul 05.35 WIB. 

Pihak Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menyiapkan kurang lebih 40.000-an bungkus nasi berkat hasil penerimaan sedekah dari masyarakat.

Berupa 22 ekor kerbau dan 68 ekor kambing, selanjutnya dimasak menjadi nasi jangkrik (berkuah) dan nasi uyah asem (kering) untuk dibagikan kepada masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved