Berita Kudus
Berburu Nasi Jangkrik Tiap 10 Muharam di Komplek Menara Kudus, Ribuan Warga Rela Antre Berjam-jam
Nasi jangkrik, sebutan nasi dengan lauk irisan daging dibungkus daun jati yang disiapkan pihak YM3SK menjadi buruan masyarakat.
Penulis: Saiful Masum | Editor: m zaenal arifin
Mereka berniat datang lebih awal ke Masjid Menara Kudus agar bisa masuk jalur antrean depan. Supaya cepat mendapatkan nasi berkat yang dibagikan oleh Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus.
"Kalau enggak datang lebih awal, ya antrenya di belakang. Saya dan teman-teman datang jam 03.00, Subuhan (salat Subuh) di Masjid Menara," ujar Rendy Novansyah.
Baca juga: Liburan Sekolah, Tiket Masuk TWL Pasir Kencana Pekalongan Hanya Rp 10 Ribu, Berlaku Sampai 25 Juli
Rendy, Ishak dan Zaky merupakan teman mengaji di pondok pesantren.
Ketiganya sudah berniat berburu nasi berkat Sunan Kudus jauh-jauh hari, selanjutnya bisa dimakan bersama sahabatnya di lingkungan pondok pesantren.
"Ini nanti hasilnya dimakan bareng-bareng sama teman-teman. Ini yang pertama kali, untuk mengharap berkah Sunan Kudus," tambah Ishak Maulana.
Pembagian nasi berkat atau nasi jangkrik di komplek Menara Kudus dimulai kurang lebih pukul 05.35 WIB.
Pihak Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menyiapkan kurang lebih 40.000-an bungkus nasi berkat hasil penerimaan sedekah dari masyarakat.
Berupa 22 ekor kerbau dan 68 ekor kambing, selanjutnya dimasak menjadi nasi jangkrik (berkuah) dan nasi uyah asem (kering) untuk dibagikan kepada masyarakat. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.