Minggu, 10 Mei 2026

Berita Semarang

Melihat Sejarah Dugderan, Tradisi Meriah Menyambut Bulan Ramadan di Semarang

Tradisi tahunan Dugderan telah terlaksana dengan lancar dan meriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada Jumat, (28/2/2025) sore.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: m zaenal arifin
Istimewa
TABUH BEDUG - Pemukulan Bedug Ijo Mangunsari pada dugderan oleh Sekda Jateng, Sumarno, yang berperan sebagai Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja. Dugderan merupakan tradisi untuk menyambut bulan suci Ramadan di Semarang. (Dok/Masjid Agung Semarang) 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Tradisi tahunan Dugderan telah terlaksana dengan lancar dan meriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada Jumat, (28/2/2025) sore dengan disaksikan oleh ribuan masyarakat.

Tradisi Dugderan adalah tradisi budaya keagamaan yang ada di Kota Semarang dalam rangka menandai datangnya bulan suci Ramadan.

Tradisi Dugderan sudah berlangsung sejak tahun 1881, bertujuan mengingatkan masyarakat bahwa Ramadan sudah dekat.

Sebagai puncak dari tradisi ini adalah pemukulan Bedug Ijo Mangunsari beberapa kali di halaman MAJT Semarang, yang diiringi dengan dentuman meriam yang sangat kencang.

Kata dugder berasal dari suara yang bersumber dari tabuhan bedug dan dentuman meriam itu, yang kemudian oleh masyarakat disebut Dugderan.

Pemukulan Bedug Ijo Mangunsari pada dugderan kali dilakukan sekitar pukul 17.50 WIB oleh Sekda Jateng Sumarno, yang berperan sebagai Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja.

Menyaksikan pemulukan bedug antara lain Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang memerankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Ketua PP MAJT Semarang sekaligus Ketua Baznas Pusat, Prof. Dr. KH Noor Achmad, Ketua MUI Jateng yang juga Ketua Baznas Jateng, Dr. KH Ahmad Darodji, pengurus MAJT, jajaran Forkopimda Jateng, serta ribuan warga yang turut meramaikan perayaan tersebut.

Rombongan Wali Kota Semarang tiba di MAJT Semarang sekitar pukul 16.30 WIB. 

Mereka berangkat dari Balai Kota Semarang, namun sebelum ke MAJT Semarang, mereka singgah terlebih dahulu di Masjid Besar Kauman Semarang.

Kedatangan Wali Kota Semarang sudah ditunggu oleh ribuan masyarakat di halaman masjid. 

Rombongan disambut di pintu masjid oleh Sekda Jateng Sumarno, yang mewakili Gubernur Jateng, serta oleh Ketua PP MAJT Semarang, Prof. Dr. KH Noor Achmad, Ketua MUI Jateng, Dr. KH Ahmad Darodji, dan para pengurus MAJT.

Begitu tiba di masjid, rombongan Wali Kota langsung masuk ke ruang utama masjid. 

Pada kesempatan itu digelar acara penyerahan Suhuf Halaqah dari Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum (Wali Kota Semarang) kepada Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja (Sekda Jateng).

Selanjutnya, Suhuf Halaqah dibacakan oleh Kanjeng Raden Mas Tumenggung Prawirapradja sebelum pemukulan Bedug Ijo Mangunsari.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved