Selasa, 21 April 2026

Berita Kudus

Sakralnya Sungai Wulan, Begini Beda Cara Samani dan Bellinda Pulang Kudus usai Dilantik

Penyambutan Bupati dan Wakil Bupati Kudus yang baru, Sam’ani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton, akan berlangsung pada hari yang berbeda.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m zaenal arifin
Saiful Masum
JEMBATAN TANGGULANGIN - Ratusan bendera partai politik mewarnai gerbang masuk Kabupaten Kudus tepatnya di atas Jembatan Tanggulangin, Kamis (18/1/2024). Sam'ani Intakoris akan melakukan prosesi budaya di jembatan tersebut saat pulang ke Kudus usai resmi dilantik menjadi Bupati Kudus. Sedangkan Bellinda Putri Sabrina Birton memilih memutar lewat Purwodadi untuk puylang ke Kudus. (Dok) 

TRIBUN-PANTURA.COM, KUDUS - Hari bersejarah bagi Kabupaten Kudus semakin mendekat.

Penyambutan Bupati dan Wakil Bupati Kudus yang baru, Sam’ani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton, akan berlangsung pada hari yang berbeda atau tidak berbarengan usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (20/2/2025) mendatang.

Sam'ani Intakoris akan menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) usai dilantik dan pulang ke Kudus pada Jumat, 28 Februari 2025.

Sedangkan Bellinda Putri Sabrina Birton dijadwalkan pulang ke Kudus pada Jumat (21/2/2025).

"Ibu Wakil Bupati Kudus akan tiba di Kudus pada 21 Februari 2025 sehari setelah pelantikan di Jakarta,” kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kudus, Adi Sadhono, Selasa (18/2/2025).

Ada yang menarik dalam prosesi penyambutan kedua pemimpin baru Kabupaten Kudus itu, yaitu keduanya memandang sakral melintasi Jembatan Tanggulangin yang melintang di atas Sungai Wulan.

Baca juga: Banjir Melanda Empat Desa di Mejobo Kudus, Dampak Meluapnya Sungai Dawe dan Piji

Diketahui, Sungai Wulan merupakan simbol pembatas sekaligus penghubung antara Kabupaten Demak dan Kudus.

Adi Sadhono mengungkapkan, Sesuai dengan tradisi, Sam’ani akan melewati Jembatan Tanggulangin dengan berjalan kaki, melintasi batas antara dua daerah yang telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah.

Sebelum melangkah di atas jembatan yang membentang di atas Sungai Wulan, sebuah prosesi budaya khas akan dilakukan yaitu melepaskan sepasang ayam di sisi Kabupaten Demak, sebagai simbol rasa syukur dan harapan yang baik bagi perjalanan kepemimpinan yang akan datang.

“Jadi istilahnya itu ada prosesi budaya,” kata Adi.

Keputusan Sam’ani untuk memilih rute melalui Demak dan Tanggulangin bukan hanya sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang penuh makna.

Jembatan Tanggulangin sendiri, dengan sejarah panjangnya, telah menjadi saksi bisu pertemuan dua dunia, yang menghubungkan Kudus dengan Demak.

Baca juga: Polisi Amankan Belasan Remaja di Kudus Karena Terlibat Tawuran, Puluhan Motor Diangkut

Saat melangkah di atasnya, Sam’ani bukan hanya melintasi batas administratif, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjaga kedamaian dan harmoni antara masyarakat kedua kabupaten ini.

Sungai Wulan, yang membelah dua daerah ini, menjadi saksi peralihan perjalanan menuju pemimpin yang diharapkan mampu membawa Kudus menuju kemajuan yang lebih baik.

Di ujung perjalanan, Sam’ani akan disambut di Pendopo Kudus dengan prosesi sakral yang semakin mengukuhkan kedekatan antara tradisi, agama, dan pemerintahan.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved