Breaking News:

Berita Pendidikan

Dewan Pendidikan Jateng: Belajar Tatap Muka? Keselamatan Pelajar Tidak untuk Dipertaruhkan!

Dewan Pendidikan Jateng: Belajar Tatap Muka? Keselamatan Pelajar Tidak untuk Dipertaruhkan

Penulis: budi susanto | Editor: yayan isro roziki
freepik.com
Ilustrasi pendidikan era new normal - Dewan Pendidikan Jateng menegaskan tak keselamatan pelajar tak untuk dipertaruhkan. Karena itu, saat ini Dewan Pendidikan Jateng menolak keras penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di sekolah. 

TRIBUNPANTURA, SEMARANG - Menyoal pembelajaran tatap muka, Dewan Pendidikan Provinsi Jateng menyarankan pemerintah tidak menggelar pembelajaran secara langsung di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, Dewan Pendidikan Jateng menganggap regulasi terkait pembukaan pembelajaran di luar jaringan (luring) di tengah pandemi membahayakan keselamatan pelajar.

Hal itu diperparah dengan kesadaran masyarakat mengenai protokol kesehatan yang mulai menurun.

Menurut Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jateng, Ngasbun Egar, jika pembelajaran luring dibuka, berarti pemerintah mempertaruhkan keselamatan para pelajar.

Kisah Perawat Pasien Covid-19 di RSUD dr Soeselo Slawi, Tak Jarang Pingsan Karena Kelamaan Pakai APD

Tribun-pantura.com Bawa Semangat Baru untuk Jawa Tengah

Cara Mudah Cek Kepersertaan BLT Pekerja Rp600.000, Simak Petunjuk Berikut Ini

Diduga Korsleting Listrik, Tempat Penggergajian Kayu di Pekalongan Ludes Terbakar

"Keselamatan pelajar jangan dipertaruhkan dengan regulasi pembukaan pembelajaran luring di tengah pandemi," tegasnya, Kamis (13/8/2020).

Dilanjutkannya, wilayah Jateng masih cukup rawan terhadap penyebaran Covid-19.

"Perlu diketahui zona Covid-19 itu dinamis, bisa jadi sekarang hijau esok hari merah."

"Jadi regulasi pembukaan pembelajaran tatap muka di zona hijau tetap membahayakan," paparnya.

Ia sepakat, pandemi Covid-19 mengganggu pembelajaran, serta penurunan efektifitas penyampaian ilmu ke pelajar.

"Untuk itu keselamatan para pelajar tetap harus diutama karena mereka generasi penerus bangsa," jelasnya.

Ditambahkannya, menurunnya kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan semakin mengancam keselamatan para pelajar, jika pembelajaran luring digelar.

"Di jalan-jalan banyak ditemui masyarakat tak menggunakan masker dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan, hal itu sangat berbahaya."

"Jadi kesadaran akan protokol kesehatan wajib dilaksanakan secara tertib terlebih dahulu, sebelum pembelajaran luring dibuka," tambahnya. (bud)

Pengamat Pendidikan Ali Formen: Kurikulum Pendidikan di Era New Normal Belum Siap

Seusai Ditelepon Orang yang Mengaku Pihak Bank BRI, Saldo ATM Ludes Tertransfer

70 Orang Positif Covid-19 di Kabupaten Tegal, 63 di Antaranya Penularan Impor

7 Orang Ditangkap Terkait Aksi Pengeroyokan oleh Kelompok Intoleran di Pasar Kliwon Solo

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved