Berita Semarang

Semarang Disebut Miliki Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, Hendi: Datanya Dari Mana?

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, angkat bicara terkait data kasus Covid-19 aktif di Kota Semarang berbeda dengan data Satgas Covid-19 pusat.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Ilustrasi virus corona 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, angkat bicara terkait data kasus Covid-19 aktif di Kota Semarang berbeda dengan data Satgas Covid-19 pusat.

Dimana, Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito melalui tayangan akun YouTube BNPB pada Senin (31/8/2020) lalu, menyampaikan ada 9 daerah yang memiliki kasus aktif di atas 1.000 kasus corona.

Adapun Kota Semarang menduduki peringkat pertama dengan 2.317 kasus.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang mengatakan, data kasus harus singkron. Dia menegaskan, kenyataan kasus Covid-19 yang aktif di Kota Semarang berada pada angka 470an kasus.

PKS Belum Keluarkan Rekomendasi di 5 Daerah di Jateng, di Dua Daerah Tak Dilirik

50 Ribu Lebih Pelajar Kota Tegal Direncanakan Dapat Kuota Internet, Fahmi: Masih Tunggu Surat Resmi

BEAKING NEWS: Truk Trailer Libas Supra, Pengendara Meninggal Seketika

Tanggap Darurat Covid-19 di Banyumas Kembali Diperpanjang Hingga Akhir September

"Kalau disebutkan ada 2000an dari mana? Saya jadi bingung."

"Kalau ternyata mereka punya data yang akurat tinggal konfirmasi aja ke kami. Misal, Pak Wali ada 1500an itu yang disembunyikan."

"Menyembunyikannya dimana? Posisinya dimana?," ujarnya, usai menghadiri rapat paripurna di Ruang Paripurna DPRD Kota Semarang, Selasa (1/9/2020).

Dia meminta apabila terdapat kasus Covid-19 yang belum terdata oleh Pemkot untuk segera dikonfirmasikan agar pasien segera tertangani.

Baginya, semakin cepat mengetahui bahwa seseorang positif, pihaknya dapat berupaya segera berupaya secara maksinal untuk kesembuhan pasien dan tidak menulari warga lain.

Menurutnya, mengungumkan kasus Covid-19 tanpa konfirmasi ke wilayah yang bersangkutan dapat menimbulkan dampak baik maupun dampak buruk.

"Tapi, jangan sampai mengumumkan sesuatu tanpa konfirmasi jelas dari wilayah yang disebutkan karena dampaknya bisa baik bisa tidak baik."

"Tidak baiknya karena menimbulkan ketakutan. Saya ditanya warga, kok ini tertinggi. Saya kok tidak merasa punya data seperti itu. Kalau yang tanya saya jelaskan begitu, tapi kalau yang tidak tanya masih banyak," jelas Hendi.

Dia menambahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk aktif menyampaikan data kasus Covid-19 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar data Covid-19 akurat.

"Kalau kita punya data yang terukur dan akurat maka penanganan baik dari provinsi maupun kota bisa seirama dan seragam."

"Saya rasa kepala dinas sudah paham dan selalu koridnasi dengan teman-teman dinkes provinsi. Dari pusat dari mana saya tidak paham, tanyain saja," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved