Berita Viral

Viral Emak emak Gunting Bendera Merah Putih Sembari Tertawa, Begini Hasil Penmeriksaan Polisi

Video yang menggambarkan seorang ibu menggunting-gunting bendera merah putih viral di media sosial.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Video Ibu-ibu di Sumedang, Jawa Barat rusak bendera merah putih dengan cara digunting viral di media sosial Tik Tok, Facebook, dan YouTube, Rabu (16/9/2020). (Dok. Youtube) 

TRIBUN-PANTURA.COM, SUMEDANG - Video yang menggambarkan seorang ibu menggunting-gunting bendera merah putih viral di media sosial.

Video itu tersebar di berbagai platform mulai Youtube, Facebook, hingga Instagram.

Diketahui peristiwa dalam video itu terjadi pada tanggal 15 September 2020.

Akibatnya, empat orang ibu-ibu yang terlibat dalam video itu kini ditahan Polres Sumedang.

Bea Cukai Edukasi Warga Tegal Beli Rokok Ilegal Bisa Dipidana

Sebanyak 1.357 Peserta Tes CPNS Kabupaten Tegal Jalani SKB, Ada Tiga Pembagian Formasi

62 Ribu UMKM Pati Diajukan untuk Menerima BLT

Bersikukuh Tisu di Mobilnya Adalah Masker, Oknum Advokat Menolak Denda Protokol Kesehatan

Dalam video tersebut, terlihat ada anak-anak yang melihat kejadian itu.

Seolah menunjukkan kegembiraan, ibu tersebut juga menyebarkan guntingan bendera Merah Putih ke atas.

Keempat ibu itu adalah ISR (36), warga Perum Bumi Mekar Jaya Indah RT 02 RW 09, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Kemudian, DYH (30), warga Dusun Gawiru RT 03 RW 06, Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Selanjutnya, PO (40), warga Dusun Cikondang RT 02 RW 02, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar.

Terakhir ialah AN (51), warga Dusun Tarajumas RT 04 RW 05, Desa Sukamukti, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang.

Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana membenarkan kejadian video viral tersebut.

Polisi juga sedang memeriksa keempat orang ibu itu. Mereka masih berstatus saksi.

Polisi masih menyelidiki motif ibu-ibu menggunting bendera dan mengunggahnya ke media sosial.

"Iya betul. Untuk statement lebih lanjut dan detailnya harus satu pintu di Pak Kabid Humas Polda (Jabar) ya. Nanti saya kirim kontaknya," kata Indra kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (16/9/2020).

Dikutip dari Tribun Jabar, peristiwa itu diduga terkait dengan kondisi anak dari DHY yang berkebutuhan khusus. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved