Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Kesehatan

Hati-hati, Sering Sakit Asam Lambung Bisa Sebabkan Kanker, Kok Bisa? Begini Penjelasan Ahli

Hati-hati, Sering Sakit Asam Lambung Bisa Sebabkan Kanker, Kok Bisa? Begini Penjelasan Ahli

Tayang:
Thinkstock
Ilustrasi asam lambung - Sering mengalami sakit asam lambung bisa memicu kanker, terutama kanker tenggorokan dan kanker kerongkongan. 

TRIBUNPANTURA.COM - Waspada. Sering sakit asam lambung bisa memicu penyakit kanker, terutama kanker tenggorokan dan kerongkongan.

Lambung manusia dirancang bisa menghasilkan cairan asam dan enzim untuk membantu mencerna makanan.

Namun, gangguan pencernaan membuat cairan yang seharusnya berada di lambung atau perut tersebut, naik ke kerongkongan.

Secara Medis Ini saat Terbaik untuk Melakukan Sunat, Berikut Penjelasan Dokter

Menghilangkan Bulu Kemaluan Berisiko bagi Kesehatan? Mitos atau Fakta, Begini Penjelasannya

15 Makanan yang Perlu Dihindari di Masa Pandemi agar Imun Tubuh Kuat, Ada Roti Tawar dan Jus Buah

Awas, Hati-hati! Berita Bunuh Diri Bisa Memancing Orang Depresi Berniat Bunuh Diri

Gangguan kesehatan ini dikenal sebagai penyakit asam lambung.

Jika sudah parah atau kronis, seseorang dikatakan mengidap gastroesophageal reflux disease (GERD).

Menurut American Cancer Society, penderita penyakit asam lambung atau GERD memiliki lebih berisiko terkena penyakit kanker, terutama kanker kerongkongan dan tenggorokan.

Bagaimana asam lambung bisa menyebabkan kanker?

Naiknya asam lambung ke bagian kerongkongan atau tenggorokan lambat laun dapat merusak lapisan dalam bagian saluran pernapasan.

Hal itu bisa menyebabkan sel skuamosa atau sel pelapis kulit di saluran pernapasan berganti menjadi sel kelenjar.

Perubahan sel tidak normal atau sel abnormal di saluran kerongkongan ini dikenal sebagai barrett esophagus.

Semakin lama seseorang menderita penyakit asam lambung, semakin besar kemungkinannya mengalami barret esophagus.

Kebanyakan penderita barrett esophagus mengalami gejala asam lambung naik.

Tapi, ada juga yang tidak bergejala sama sekali.

Penderita barret esophagus lebih rentan terkena kanker esofagus dan kanker saluran pernapasan atas seperti kanker tenggorokan.

Pasalnya, pertumbuhan sel abnornal yang terus-menerus tidak ditangani bisa berubah menjadi sel prakanker, dan bisa berkembang menjadi kanker.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved