Berita Kesehatan
Hati-hati, Sering Sakit Asam Lambung Bisa Sebabkan Kanker, Kok Bisa? Begini Penjelasan Ahli
Hati-hati, Sering Sakit Asam Lambung Bisa Sebabkan Kanker, Kok Bisa? Begini Penjelasan Ahli
TRIBUNPANTURA.COM - Waspada. Sering sakit asam lambung bisa memicu penyakit kanker, terutama kanker tenggorokan dan kerongkongan.
Lambung manusia dirancang bisa menghasilkan cairan asam dan enzim untuk membantu mencerna makanan.
Namun, gangguan pencernaan membuat cairan yang seharusnya berada di lambung atau perut tersebut, naik ke kerongkongan.
• Secara Medis Ini saat Terbaik untuk Melakukan Sunat, Berikut Penjelasan Dokter
• Menghilangkan Bulu Kemaluan Berisiko bagi Kesehatan? Mitos atau Fakta, Begini Penjelasannya
• 15 Makanan yang Perlu Dihindari di Masa Pandemi agar Imun Tubuh Kuat, Ada Roti Tawar dan Jus Buah
• Awas, Hati-hati! Berita Bunuh Diri Bisa Memancing Orang Depresi Berniat Bunuh Diri
Gangguan kesehatan ini dikenal sebagai penyakit asam lambung.
Jika sudah parah atau kronis, seseorang dikatakan mengidap gastroesophageal reflux disease (GERD).
Menurut American Cancer Society, penderita penyakit asam lambung atau GERD memiliki lebih berisiko terkena penyakit kanker, terutama kanker kerongkongan dan tenggorokan.
Bagaimana asam lambung bisa menyebabkan kanker?
Naiknya asam lambung ke bagian kerongkongan atau tenggorokan lambat laun dapat merusak lapisan dalam bagian saluran pernapasan.
Hal itu bisa menyebabkan sel skuamosa atau sel pelapis kulit di saluran pernapasan berganti menjadi sel kelenjar.
Perubahan sel tidak normal atau sel abnormal di saluran kerongkongan ini dikenal sebagai barrett esophagus.
Semakin lama seseorang menderita penyakit asam lambung, semakin besar kemungkinannya mengalami barret esophagus.
Kebanyakan penderita barrett esophagus mengalami gejala asam lambung naik.
Tapi, ada juga yang tidak bergejala sama sekali.
Penderita barret esophagus lebih rentan terkena kanker esofagus dan kanker saluran pernapasan atas seperti kanker tenggorokan.
Pasalnya, pertumbuhan sel abnornal yang terus-menerus tidak ditangani bisa berubah menjadi sel prakanker, dan bisa berkembang menjadi kanker.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/ilustrasi-asam-lambung.jpg)