Breaking News:

Berita Pekalongan

Kabupaten Pekalongan Masuk Zona Merah

Kabupaten Pekalongan masuk zona merah dengan resiko tinggi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Istimewa
Sebaran data dokter di Indonesia yang meninggal karena Covid-19, berdasarkan survei dari Tim Mitigasi PB IDI. Hingga Sabtu (12/9/2020) terdapat 115 dokter di Tanah Air yang meninggal karena corona, angka ini merupakan yang tertinggi di Asia. 

TRIBUN-PANTURA.COM, KAJEN - Kabupaten Pekalongan masuk zona merah dengan resiko tinggi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Setyawan Dwiantoro saat di temui Tribun-Pantura.com, usai menghadiri rapat terbatas bersama Plt Bupati Pekalongan di kantor Bupati Pekalongan, Kamis, (15/10/2020) sore.

"Sebelumnya Kabupaten Pekalongan, sempat zona orange, tapi sekarang berstatus zona merah karena semakin tingginya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pekalongan," kata Wawan.

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Jumat 16 Oktober 2020 Ada di Tiga Lokasi.

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kota Tegal Jumat 16 Oktober, Buka di 8 Lokasi

Baca juga: Derita Gadis Kecil Penderita Kanker di Batang, Bobotnya Menyusut Hingga 15 Kg Butuh Uluran Tangan

Menurutnya, Kabupaten Pekalongan masuk zona merah karena ada kasus baru di Kecamatan Lebakbarang.

"Sebelumnya di Lebakbarang tidak ada kasus, kemarin terjadi lonjakan sampai 7 kasus dan itu satu keluarga."

"Selain di Lebakbarang, ada juga penambahan kasus di Kecamatan Wiradesa sehingga terjadi lonjakan kasus dan membuat status Kabupaten Pekalongan zona merah," ujarnya.

Adanya perubahan status ini, pihaknya menekankan pentingnya perilaku masyarakat agar lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Baca juga: Beredar Info Buat SIM Masal di Pekalongan, AKP Pipit : Info Tersebut Tidak Benar

Baca juga: Demo Tolak Omnibus Law di Banyumas, Lima Pelajar STM Diamankan

Baca juga: Pemuda Kreatif! Diberhentikan dari Kerjaan Justru Jadi Inspirasi Nama Usaha Unik, Ayam Geprek PHK

"Kami kembali mengimbau seluruh warga, agar mematuhi protokol pencegahan Covid-19, seperti menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan menghindari kerumunan," imbuhnya.

Wawan menambahkan, klaster penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan terbanyak yaitu klaster keluarga.

"Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pekalongan cukup tinggi. Penyumbang terbesarnya itu dari klaster keluarga," tambahnya. (Dro)

Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved