Senin, 13 April 2026

Berita Slawi

Okupansi Grand Dian Hotel Guci Capai 80 Persen Saat Libur Panjang

Libur panjang Maulid Nabi, bagai angin segar bagi pengelola perhotelan atau pun penginapan khususnya di sekitar tempat wisata.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Suasana di Grand Dian Hotel Guci Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Libur panjang Maulid Nabi, bagai angin segar bagi pengelola perhotelan atau pun penginapan khususnya di sekitar tempat wisata.

Karena berdampak pada peningkatan jumlah tamu yang cukup signifikan.

Hal ini juga dialami oleh Grand Dian Hotel Guci Kabupaten Tegal, yang mengalami okupansi mencapai 80 persen sejak Rabu (28/10/2020) kemarin dan terus meningkat.

Ketua Forum Klaster Pariwisata DPP-2 Jateng, sekaligus Corporate General Manager Grand Dian Hotel, Setya Teguh Yuwana mengungkapkan, meski di tengah masa pandemi Covid-19, minat masyarakat untuk berwisata masih cukup tinggi.

Baca juga: Seleksi CPNS 2019 Karanganyar Diumumkan Hari Ini, 244 Formasi Terisi Semua

Baca juga: Parahnya Jalan di Blora, dari Rusak Sampai Longsor

Baca juga: Puluhan Wisatawan Terdeteksi Reaktif Covid-19 Diswab dan Diminta Pulang

Baca juga: Update Banjir Banyumas, Ratusan Warga Kemranjen Masih Mengungsi

Bisa dilihat dari tamu yang menginap di Grand Dian Hotel Guci, sampai ada yang memperpanjang masa menginapnya.

"Okupansi berada di angka 80 persen selama libur panjang. Yang biasanya ketika hari libur biasa kami di angka 20-30 persen, tiga atau empat hari ini mencapai 80 persen. Bahkan saya prediksi bisa meningkat sampai 100 persen, karena pengunjung Guci juga terus bertambah," ungkap Teguh, pada Tribunjateng.com, Jumat (30/10/2020).

Teguh menyebut, mayoritas tamu yang menginap di tempat nya berasal dari luar Kabupaten Tegal. Di antaranya daerah Bandung, Jakarta, Semarang, Purwokerto, Tangerang, Banten, dan yang terdekat Pekalongan.

Terkait penerapan protokol kesehatan di Grand Dian Hotel Guci, Teguh menjelaskan, pada saat melakukan chekin ataupun chekout pintunya dibedakan.

Katakan yang ada tanda garis hijau untuk chekin, dan yang garis merah untuk tamu yang akan chekout.

Tujuannya supaya tidak terjadi kerumunan dan menjaga supaya jarak antar tamu tetap aman.

"Saat tamu antre makan, kami tetap atur dengan memberikan jarak minimal 1 meter. Lalu seluruh alat makan kami bungkus menggunakan plastik. Maka saya perlu tegaskan terutama pemerintah, untuk tidak terlalu khawatir atau paranoid. Karena kami dari pelaku perhotelan atau pun wisata benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tegasnya.

Sementara itu, mengenai fasilitas kolam renang yang ada di hotelnya, Teguh dengan tim sudah menyiapkan skenario supaya tetap aman.

Baca juga: Mandi Air Panas Tertutup di Objek Wisata Guci di Masa Pandemi Hanya Rp 5 Ribu

Baca juga: Penjelasan Polisi Soal Video Viral Jenazah Dibawa Menggunakan Sepeda Motor di Boyolali

Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Pengajuan BLT UMKM Kamu Tidak Ditolak

Baca juga: Berikut Jadwal Samsat Online Keliling di Demak, Jumat, 30 Oktober 2020

Yaitu kolam renang tetap boleh dibuka, tapi dengan jumlah yang sangat terbatas.

Jadi sistemnya, tamu harus booking terlebih dahulu ke resepsionis misal akan renang atau bermain di kolam renang.

Setelah itu diberikan informasi tamu dapat giliran pukul berapa, dan harus dipatuhi.

"Jadi tamu harus booking dulu, setelah itu dapat info bisa renang pukul berapa, selanjutnya baru bisa ke kolam renang dan waktunya kurang lebih satu jam. Setelah itu dilanjutkan dengan giliran selanjutnya, jadi sistem antreannya kami bagi per kamar supaya tidak terjadi kerumunan," pungkasnya. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved