Senin, 27 April 2026

Berita Batang

Tesla Dikabarkan Segera Buka Pabrik di Batang, Begini Penjelasan Pemerintah

Target nasional dalam paparan Bappenas terkait investasi pada 2020-2024 mencapai 5,9 hingga 7 persen.

Penulis: budi susanto | Editor: Rival Almanaf
Tribunpantura.com/Budi Susanto
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, saat mengunjungi KIT Batang, untuk melakukan koordinasi pembangunan infrastruktur, Sabtu (17/10/2020) sore. 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Target nasional dalam paparan Bappenas terkait investasi pada 2020-2024 mencapai 5,9 hingga 7 persen. 

Hal itu menjadi sasaran macro pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024.

Guna mewujudkan hal itu, Pemerintah Pusat membuka gerbang investasi seluas-luasnya lewat Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sejumlah Pemda pun berlomba-lomba untuk memasukan kawasan industri di daerah agar masuk dalam PSN.

Tak terkecuali di Kabupaten Batang dengan Kawasan Industri Terpadu (KIT) yang kini masuk tahap pengerjaan.

Baca juga: Berikut Daftar Daerah Rawan Bencana Longsor di Kabupaten Batang

Baca juga: Dampak Banjir Kebumen, Korban Jiwa Hingga Rusak Infrastruktur Senilai Miliaran Rupiah

Baca juga: Libur Panjang, Tercatat 83.257 Kendaraan Lewati Tol Pemalang-Batang

Baca juga: Kampanye, Calon Presiden Barcelona Janji Pulangkan Legenda Klub: Guardiola, Xavi, hingga Puyol

Beberapa investor dari beberapa negara juga mulai melirik KIT Batang yang kini diusulkan masuk dalam PSN.

Bahkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2021 mengenai rincian alokasi pembiayaan investasi dari Kemenkeu, juga tertuang mengenai Penanaman Modal Negara (PMN) lewat BUMN ke KIT Batang

Di mana dalam rincian alokasi pembiayaan investasi ke KIT Batang 2021 mendatang, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) akan mengalokasikan Rp 977 miliar untuk pengembangan KIT Batang

Selain itu Kemeko Kemaritiman dan Investasi mendengungkan Tesla, Inc. perusahaan otomotif ternama di Amerika Serikat akan menanamkan modal ke KIT Batang

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pananam Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, optimis KIT menjadi pelecut perekonomian baik sekala mikro maupun makro. 

"Adanya KIT akan menjadikan Batang sebagai surganya ivestasi, kawasan itu juga didukung dengan adanya berbagai fasilitas pendukung yang kini tengah dibangun," paparnya, Jumat (29/10/2020).

Dilanjutkannya, Pemkab Batang juga mengetahui adanya informasi mengenai Tesla, Inc. Dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi. 

"Informasinya seperti itu, tapi terkait kepastian Tesla, Inc. Yang merupakan satu di antara perusahaan besar dunia ke KIT kami belum bisa menjawabnya, karena masih sebatas kepeminatan," paparnya. 

Terpisah Kepala DPMPTSP Provinsi Jateng, Ratna Kawuri, menuturkan, informasi terkait Tesla, Inc. ke KIT Batang belum diterima secara resmi. 

"Meski demikian, kalaupun benar Tesla, Inc. fix berminat menanamkan modal dan mendirikan pabrik di sana, Pemprov Jateng dan Pemkab Batang siap menindaklanjuti," ucapnya.

Adapun lewat siaran tertulisnya, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman, menyatakan sejumlah fasilitas di KIT Batang mulai dibangun September lalu dan akan rampung 6-12 bulan mendatang. 

"Selain pembangunan jalan penghubung dari exit tol ke KIT Batang dan jalan utama kawasan, jaringan pipa gas antara Cirebon-Semarang (Cisem) pembangunan konstruksinya sudah dimulai akhir September, dengan target penyelesaian dalam waktu 6-12 bulan. "

Baca juga: Begini Cara Urus SKU untuk Dapatkan Banpres Produktif Senilai Rp2,4 Juta, Gratis!

Baca juga: Covid-19 Klaster Pilkada di Purbalingga Meluas: Paslon, Timses hingga Petugas KPU Terinfeksi Corona

Baca juga: Polisi Bubarkan Deklarasi KAMI di Jambi, Gatot Nurmatyo Gagal Berpidato, Begini Kronologinya

Baca juga: Antwerp vs Tottenham, Dipermalukan Tim Debutan Liga Europa Mourinho Murka, Langsung Perintahkan Ini

"Diperkirakan aliran gas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap didistribusikan pada akhir tahun 2021 atau awal 2022. Sementara itu suplai listrik di KIT Batang disiapkan dari PLTU Batang 2x1000 MW," imbuhnya. 

KIT Batang sendiri ditargetkan menjadi kawasan industri percontohan kerja sama antara pemerintah dengan BUMN, dengan konsep infrastruktur dasar dan pendukung disediakan oleh pemerintah. 

Infrastruktur meliputi akses jalan untuk tol dan non-tol, penyediaan air baku dan air bersih, kereta api, listrik, gas, terminal kontainer darat (dry port) dan pelabuhan. 

Dengan luasan 4.300 hektar, hingga kini pembangunan KIT masuk fase pertama dengan luasan 450 hektar. Terkiat investor, sudah ada 7 perusahaan yang berminat menanamkan modalnya dengan nilai investasi mencapai Rp 11 triliun lebih atau 850 juta Dolar AS. (bud) 

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved