Berita Tegal
Ada 17 Persen Warga Indonesia Tidak Percaya Covid-19
Liaison Officer (LO) Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Brigjenpol (Purn) Oneng Subroto mengatakan, sejumlah 17 persen warga Indonesia...
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN-PANTURA.COM,TEGAL- Liaison Officer (LO) Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Brigjenpol (Purn) Oneng Subroto mengatakan, sejumlah 17 persen warga Indonesia tidak percaya dengan virus corona atau Covid-19.
Hal itu berdasarkan hasil penelitian dari Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.
"Hasil penelitian 17 persen orang di Indonesia tidak percaya Covid-19. Ini pengaruh besar bagi kita Satgas untuk terus melakukan penanganan-penanganan" kata Oneng saat melakukan monitoring di Kota Tegal, Kamis (3/12/2020).
Baca juga: Banjir Rendam Perumahan Edelweis Desa Jetis Purbalingga
Baca juga: Pertamina Tangani Semburan Gas yang Terjadi di Desa Ngraho Blora
Baca juga: Pemkab Banyumas Larang Perayaan Tahun Baru, Tak Ada Pesta Kembang Api di Pergantian Tahun
Baca juga: Wisata Dusun Semilir Ditutup Satgas Covid-19, Pengelola Ubah Pembayaran Tiket ke Non Tunai
Oneng mengatakan, angka Covid-19 di Jawa Tengah dikategorikan tinggi.
Untuk itu satuan tugas tidak boleh berhenti memberikan pemahaman tentang Covid-19 kepada masyarakat.
Ia mengatakan, beri pengertian kepada masyarakat melalui komunikasi langsung atau media.
"Covid-19 harus diusahakan turun sambil menunggu Januari 2021. Insyaallah akan mulai vaksin. Namun kita tidak boleh berhenti, satgas harus tetap jalan memberikan pemahaman tentang Covid-19," ungkapnya.
Dalam kunjungannya di Kota Tegal, Oneng menyarankan, pemerintah daerah melakukan evaluasi penanganan Covid-19 rutin minimal dua minggu satu kali.
Baca juga: Bupati Wihaji Beri Penegesan Terhadap Penggunaan Dana Desa
Baca juga: KPK Sebut Kebocoran Dana Desa di Setiap Daerah Bisa Mencapai 10 Persen
Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Minta Kota Tegal Giatkan Sosialisasi Protokol Kesehatan
Baca juga: Kucuran Dana Desa Yang Dialokasikan Pemkab Batang Hingga Akhir 2020 capai Rp 193 Miliar Lebih
Ia mengatakan, di provinsi ada evaluasi rutin seminggu sekali yang melibatkan gubernur dan satuan tugas.
Sementara di pusat tiap seminggu sekali ada evaluasi.
"Kami juga di pusat tiap minggu ada evaluasi. Di sini kalau tidak bisa seminggu sekali, ya dua minggu sekali," ungkapnya. (fba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/ilustrasi-virua-corona.jpg)