Berita Pendidikan
Kemendikbud Luncurkan Website 'Jalur Rempah Nusantara', Hilmar Farid: Jalur Abstrak tapi Nyata
Kemendikbud Luncurkan Website 'Jalur Rempah Nusantara', Hilmar Farid: Jalur Abstrak tapi Nyata
Salah satu agenda pentingnya adalah untuk mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Warisan Dunia (World Heritage) untuk memperkuat diplomasi Indonesia, sekaligus meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
“Kami telah selesai melaksanakan Kompetisi Visualisasi Jalur Rempah dalam bentuk Poster, Video Animasi dan Komik dengan tema “Jalur Rempah Nusantara untuk Dunia” dengan total 1862 peserta,” paparnya.
Sementara, sambungnya, pemenang yang ditetapkan terdiri dari 3 Juara Utama dan 10 Juara Karya Pilihan di masing-masing kelompok.
Serta 2 Juara Favorit dari tiap kategori lomba poster dan animasi.
“Sementara itu dengan total 529 peserta yang terdiri dari 229 Komik Kategori Anak dan 300 Komik Kategori Remaja, terpilih 3 Juara Utama dan 15 Pemenang Apresiasi untuk masing-masing kategori. Penggunaan poster, animasi dan komik sebagai medium dalam menuangkan cerita dan sejarah Jalur Rempah diharapkan mampu memudahkan penyebarluasan wawasan pengetahuan tentang Jalur Rempah kepada generasi muda Indonesia,” jelas Restu lebih lanjut.
Ketua Komite Program Jalur Rempah, Kemendikbud, Ananta Kusuma Seta menambahkan bahwa langkah-langkah pengembangan dan pemanfaatan sejarah budaya rempah dalam berbagai bentuk kegiatan telah dilakukan bersama dengan berbagai pihak.
Semisal, Unit Pelaksana Teknis, pemerintah daerah, lembaga kemasyarakatan, komunitas, serta stakeholders lainnya.
“Bermacam aktifitas, mulai dari pelatihan, mengoptimalkan produksi dan kualitas, pemasaran, serta penggunaannya dalam industri kesehatan dan kecantikan, kuliner, pariwisata dan lainnya, dilakukan.
Tujuannya jelas, yaitu bagaimana spirit kejayaan rempah-rempah bisa hidup kembali menjadi nilai dan gaya hidup dalam masyarakat.
Wujudnya bisa terejawantahkan dalam bentuk pemberdayaan komunitas budaya rempah, pengembangan eduwisata jalur rempah, hingga pertunjukan seni, gastronomi, pengetahuan dan pengobatan tradisional, workshop, dan lainnya.
”Niatan ini menjadi sebuah rancang bangun awal bangkitnya awareness masyarakat terhadap budaya rempah dalam rangka membangun masa depan bangsa yang lebih baik."
"Jalur Rempah tidak hanya bagian dari sejarah masa lalu, tapi juga menjadi kekuatan masa kini dan mendatang,” pungkasnya. (*)
Baca juga: Kisah Pilu Regina Tinggal di Gubuk Reyot, 2 Anaknya Lumpuh Terkulai, Ditinggal Minggat Suami
Baca juga: Respon Berkelas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi setelah Kalah Pilkada: Tuntaskan Program Kerja
Baca juga: Motor Matic Ditemukan Pencari Ikan di Dasar Sungai, Dilaporkan Hilang, Polisi Duga Sengaja Dibuang
Baca juga: Akui Kekalahan Kokok Serahkan Tumpeng kepada Calon Bupati Terpilih Blora: Ini Penghormatan Saya