Breaking News:

Berita Banyumas

Mesin Boiler Pabrik Garmen di Banyumas Meledak, 2 Karyawan Terluka Kena Serpihan Kaca

Mesin Boiler Pabrik Garmen di Banyumas Meledak, 2 Karyawan Terluka Kena Serpihan Kaca

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Tim Inafis Polresta Banyumas saat melakukan olah TKP peristiwa meledaknya mesin boiler sebuah perusahaan garmen di Desa Karangsalam, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, pada Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BANYUMAS - Dua karyawan mengalami luka akibat terkena ledakan mesin boiler sebuah perusahaan garmen di Desa Karangsalam, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, pada Jumat (15/1/2021). 

Kapolsek Kedungbanteng AKP Sudiro mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.

Kronologi peristiwa pertama kali diketahui oleh salah seorang karyawan, Arif Budiwan (38).

Baca juga: Imbas PPKM, Djarum Pangkas Buruh Rokok di Kudus, Hartopo: Tadinya 4.000 Sekarang 1.100 Orang

Baca juga: Bupati Tegal Tinjau Penerima Manfaat BSPS Kementrian PUPR di Luwijawa: Jangan Sampai Salah Sasaran

Baca juga: BREAKING NEWS: Kapolsek Semarang Utara Meninggal, Sempat Dirawat di RSUP Kariadi karena Covid-19

Baca juga: Tahap Pertama, Dinkes Kabupaten Pekalongan Akan Terima 1.194 Vaksin Covid-19

"Saat itu mesin boiler atau penghasil uap untuk menyetrika tiba-tiba meledak.

Dua karyawan yang berada di dekat mesin tersebut, Yuli Saraswati (20) dan Eka Afrilia (20) warga Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Barat mengalami luka," ujar Kapolsek kepada Tribunpantura.com, Jumat (15/1/2021). 

Keduanya terluka karena terkena serpihan kaca dan hanya berjarak sekitar 10 meter dari mesin yang meledak tersebut.

Bukan hanya dua karyawan yang mengalami luka, dua rumah di sekitarnya juga mengalami kerusakan. 

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke pihak Inafis Polresta Banyumas untuk dilakukan penyelidikan.

Berdasarkan hasil penyelidikan diduga mesin mengalami kurang air, sehingga terjadi tekanan suhu panas yang sangat tinggi.

Karena suhu sangat tinggi, sehingga menimbulkan ledakan dari mesin tersebut.

Akibat peristiwa tersebut perusahaan mengalami kerugian yang ditaksir senilai Rp8 juta. (jti)

Baca juga: Cerita Pedagang Es Kelapa Muda di Pemalang, Sunat Uang Rokok Suami Untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Baca juga: Belajar Tatap Muka Siswa PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Tegal Kembali Diundur

Baca juga: Pekan Depan, BPBD Akan Pasang EWS di Desa Bodas Pekalongan

Baca juga: BMKG Ingatkan Ada Potensi Gempa Susulan dan Tsunami di Majene

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved