Penanganan Corona
Ganjar Siapkan Teknis PPKM Mikro, 158 Desa Kategori Risiko Tinggi, Ini Peta Rawan Covid-19 Jateng
Ganjar Siapkan Teknis PPKM Mikro, 158 Desa Kategori Risiko Tinggi, Ini Peta Rawan Covid-19 Jateng
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: yayan isro roziki
Jateng siap menerapkan PPKM Mikro guna menekan angka penularan Covid-19. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut pihaknya sedang menyiapkan teknis pelaksanaan PPKM Mikro. Berdasarkan data, terdapat 158 desa masuk kategori risiko tinggi penularan Covid-19.
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.
Aturan ini dibuat seusai PPKM Jawa-Bali dinilai kurang efektif untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19.
Pemberlakuan PPKM Mikro berjalan mulai besok Senin, 9 Februari hingga 22 Februari 2021.
• Gubernur Ganjar Sebut Masih Ada Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng Selama PPKM
• Terpidana Kasus Korupsi Askrindo Rp439 Miliar Ditangkap Tim Tabur Kejaksaan, Buron Sejak 2013
• Dikarantina karena Positif Covid-19, Oknum Polisi Ini Malah Mesum di Ruang Isolasi RSUD Dompu
• Jateng di Rumah Saja Selesai, Harga Sayuran di Kota Tegal Naik, Pedagang: Kan Kemarin Libur 2 Hari
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memetakan daerah-daerah yang masuk dalam kategori merah atau oranye yang termasuk risiko tinggi penularan covid.
"Data berdasarkan deteksi daerah atau desa dengan klasifikasi merah, oranye, kuning, dan sebagainya."
"Data sudah disampaikan ke bupati dan wali kota untuk dikonfirmasi."
"Kami juga tengah menyiapkan tindakan teknis," kata Ganjar, Senin (8/2/2021).
Ia menyampaikan data di Jawa Tengah dimana ada lima kabupaten/kota yang masuk kategori tinggi dan 30 kategori sedang.
Penentuan kategori ini berdasarkan 15 indikator.
Daerah dengan risiko tinggi terletak di wilayah Semarang Raya, Banyumas Raya, dan Solo Raya.
Kemudian, pada lingkup kecamatan ada 25 kecamatan dengan risiko tinggi, 475 risiko sedang, dan 58 kecamatan risiko rendah.
Sedangkan 18 kecamatan tidak ada kasus covid.
Kondisi itu diukur menggunakan 12 indikator.
Lalu, berdasarkan lingkup desa, Ganjar menyebut ada 158 desa risiko tinggi, 2.468 risiko sedang, dan 1.275 risiko rendah.
Serta 4.671 desa tidak ada kasus.
"Kami akan mendorong setiap daerah yang masuk zona merah dan oranye (risiko tinggi) memiliki satu tempat isolasi mandiri."
"Nanti juga ada bantuan (personel) tracer atau surveilans ditambah Babinsa dan Bhabinkamtibmas," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/gubernur-ganjar-memberikan-pernyataan-usai-rakor-penanganan-covid-denga.jpg)