Breaking News:

Berita Kendal

Mengenal Ponpes An Nur Kersan Kendal, Berdiri pada 1884, Tetap Pertahankan Metode Pengajaran Salaf

Mengenal Ponpes An Nur Kersan Kendal, Berdiri pada 1884, Tetap Pertahankan Metode Pengajaran Salaf

Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Saiful Masum
Bangunan kuno Ponpes An Nur Kersan Kendal, sebagian masih tetap utuh selama 137 tahun, sejak beridiri pada 1884 hingga sekarang, Minggu (25/4/2021). 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Di Kabupaten Kendal, tepatnya di Dusun Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon terdapat sebuah pondok pesantren tua yang berusia 137 tahun.

Adalah pondok pesantren (Ponpes) An Nur yang dikenal sebagai pondok khas bangunan tua dan mempertahankan pengajaran salaf murni kepada santrinya.

Ponpes An Nur didirikan pada 1884 oleh Kiai Ahmad Noer dan masih eksis hingga sekarang.

Baca juga: Mengintip Aktivitas Menulis Al Quran di Ponpes Mumtaza Banjarnegara, Diikuti Peserta Lintas Usia

Baca juga: Menengok Rutinitas Warga Binaan Lapas Tegal semasa Ramadan, Siang Malam Giat Tadarus al Quran

Baca juga: SMK di Kabupaten Tegal Rakit dan Produksi Laptop, Ini Spesifikasi dan Mereknya, Bisa Dibeli di Sini

Baca juga: Daftar Lengkap 53 Awak KRI Nanggala 402, Kini Barptaroli Selamanya di Lautan Indonesia

Kini, pondok pesantren yang memiliki 7 komplek penginapan santri ini masih diramaikan 200-an santri putra dan putri dari berbagai daerah.

Beberapa di antaranya merupakan santri kalong Kendal yang tidak menetap di wilayah pondok.

Ponpes An Nur Kersan sudah melewati 4 generasi pengasuh. Masing-masing generasi pertama pendiri pondok KH Ahmad Noer, dilanjutkan menantunya KH Ahmad Jalal pada generasi kedua.

Generasi ketiga diteruskan KH Ahmad Nur Fathoni merupakan santri Kersan yang dinikahkan dengan putri Ahmad Jalal. 

Sedangkan pada generasi keempat hingga sekarang diampu oleh Kiai Subhan Nur bersama Kiyai Izzuddin Abdussalam.

Praktis ponpes An Nur Kersan sudah berdiri selama 137 tahun dan kini masih memiliki sejumlah santri yang menetap dari berbagai daerah. Sebut saja, Batang, Pemalang, Pekalongan, hingga Cirebon.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved