Berita Kendal

Mengenal Ponpes An Nur Kersan Kendal, Berdiri pada 1884, Tetap Pertahankan Metode Pengajaran Salaf

Mengenal Ponpes An Nur Kersan Kendal, Berdiri pada 1884, Tetap Pertahankan Metode Pengajaran Salaf

Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Saiful Masum
Bangunan kuno Ponpes An Nur Kersan Kendal, sebagian masih tetap utuh selama 137 tahun, sejak beridiri pada 1884 hingga sekarang, Minggu (25/4/2021). 

Kata Kholid, awal mula berdirinya Ponpes An Nur Kersan diinisiasi langsung oleh Ahmad Noer jauh sebelum era kemerdekaan.

Saat itu, Ahmad Noer ingin menetap dan mendirikan pusat pembelajaran agama di Penanggulan Pegandon dengan cara ikhtiar menghanyutkan diri di sungai Bodri dari arah selatan dengan menaiki debog (batang pohon pisang) hingga berhenti di wilayah Kersan.

"Nah ikhtiar itu, simbah Kiai Ahmad Noer berhenti di Kersan ini dan mulai menetap membangun pondok," terangnya, Minggu (25/4/2021).

Komplek pertama yang dibangun adalah gubuk Darun Naim dan sebuah musala panggung untuk tempat ibadah. Dua bangunan ini bertahan beberapa tahun hingga memasuki generasi kedua. 

Dengan dua bangunan itu, Ahmad Noer mulai merintis dakwah Islam di Kersan dengan metode pengajaran salafi murni (kitab kuning).

"Yang paling awal ya ini Darun Naim terbuat dari kayu yang masih digunakan sampai sekarang. Kalau musala panggungnya sudah direnovasi," ujarnya. 

Komplek Ponpes An Nur semakin berkembang pada generasi-generasi setelahnya. Beberapa gubuk tempat santri bermalam turut ditambah.

Seperti contoh Darussalam, Darul Firdaus, Darul Muttaqin, dan Darul Ma'wa. Sementara dua gubug lainnya diambil dari nama-nama perempuan zaman Rasulullah di komplek santri putri.

Selain itu, kata Kholid, juga turut dibangun perkantoran dan perpustakaan untuk menunjang pembelajaran santri.

Meski tak ada pendidikan formal di dalam pondok, bagi santri yang hendak menuntut pendidikan formal diperbolehkan sekolah di luar pondok.

"Masa keemasan pondok ini pada generasi kedua dan ketiga. Santri yang menetap saja lebih dari 300 orang. Makanya setiap gubuk dibuat beberapa kamar dengan nama daerah masing-masing."

"Ada Limpung Batang, Demak, Pekalongan, dan daerah lainnya sebagai penanda," tuturnya. 

Cikal bakal pesantren di sekitar Kendal

Menjadi salah satu pondok tertua di Kabupaten Kendal, Ponpes An Nur Kersan telah melahirkan ribuan santri dari berbagai daerah. Bahkan, banyak alumni PP An Nur Kersan yang berhasil membangun pondok di sekitar Kabupaten Kendal.

Seperti contoh, ponpes Wasilatul Huda di Desa Tamangede Gemuh, Ponpes Raoudlotul Mutaallimin di Desa Pamriyan Gemuh, ponpes di Pidodo Wetan Patebon, ponpes di Sukorejo dan beberapa pondok lain di luar daerah yang berhasil didirikan para alumni santri. 

"Kalau yang masih ada hubungan keluarga, ada 6 pondok pesantren di Kendal berdiri setelah Ponpes An Nur Kersan. Termasuk dari Kiai Izzudin yang saat ini sudah membangun pondok pesantren di dekat PP An Nur," ujarnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved