Berita Pekalongan

Dinkes Beri Layanan Kesehatan Gratis di Posko Pengungsian Banjir Pekalongan

Petugas Puskesmas Tirto Pekalongan memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan kondisi kesehatan dan pemberian obat gratis kepada para pengungsi.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Moch Anhar
TRIBUNPANTURA.COM/INDRA DWI PURNOMO
Petugas kesehatan dari Puskesmas Tirto Pekalongan memberikan pelayanan kesehatan di tempat pengungsian yang berada di musala Al Hikmah 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Petugas Puskesmas Tirto memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan kondisi kesehatan dan pemberian obat gratis kepada para pengungsi di Aula Kelurahan Tirto, TPQ Al Hikmah Tirto, dan aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Senin (7/2/2022).

Dengan difasilitasi perahu karet oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, petugas kesehatan haru menaiki perahu tersebut.

Hal ini karenakan, karena akses masuk jalan yang terendam sekitar 40-70 sentimeter, tim medis dari Puskesmas Tirto mendatangi secara langsung tempat pengungsian.

Baca juga: Ketua MUI Pati: Wakaf Bangunan di Lorong Indah untuk Pondok Pesantren Tidak Sah!

Baca juga: Pemuda Cilacap Terjun ke Laut saat Naik Kapal Kalimantan ke Semarang, Rekan: Banyak Masalah Hidup

Data pengungsian per Senin, (7/2/22) pukul 12.00 WIB, sebanyak 171 orang yakni 63 pengungsi di aula Kelurahan Tirto, 105 pengungsi di TPQ Al Hikmah Tirto, dan 3 pengungsi di aula Kecamatan Barat.

Petugas Sanitasi Lingkungan, Rinto mengungkapkan bahwa, pelayanan kesehatan berupa Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) perlu diberikan kepada warga yang terdampak banjir yang tengah mengungsi.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi baik-baik saja, sekaligus mencegah munculnya penyakit yang lebih parah yang timbul akibat bencana banjir," kata Petugas Sanitasi Lingkungan, Rinto.

Dijelaskan, bahwa layanan kesehatan P3K yang diberikan yakni pemeriksaan penyakit pasca banjir seperti batuk, pilek, nyeri, gatal-gatal, pengecekan tensi, dan sebagainya.

"Kami juga memberikan sejumlah vitamin dan obat-obatan sesuai keluhan para pengungsi," jelasnya.

Rinto berpesan kepada para pengungsi agar senantiasa menjaga kesehatan dan protokol kesehatan, pasalnya pandemi Covid-19 belum berakhir dan masih ada kasus Covid-19 di Kota Pekalongan.

"Kondisi mereka secara umum masih wajar, kegawatdaruratannya belum ada, hanya dilanda penyakit-penyakit dasar seperti nyeri, batuk, dan sebagainya karena mungkin kondisi tubuhnya terkena air dan angin. Semalam sudah ada koordinasi antara tim medis puskesmas dan dinas terkait untuk membantu pelayanan kesehatan bagi pengungsi."

"Untuk obat-obatan memang dibutuhkan oleh para pengungsi, kami mengimbau agar warga terdampak banjir ini jangan sampai telat makan, karena kondisi tergenang air, tubuh harus yang dikuatkan terlebih dahulu," tambahnya.

Baca juga: Terungkap Tempat Kejadian Mesum Dua Pemuda Sesama Jenis di Banjarnegara, Sepi, Jauh dari Pemukiman

Baca juga: Waktu Perpanjangan Habis, Proyek Rehabilitasi Lima Sekolah di Batang Dipastikan Tidak Selesai

Sementara itu Rini (33) warga Kampung Baru RW 8 RT 4 Tirto bernama Rini yang memeriksakan kesehatan putrinya, Anum Aisani Putri (2) yang berada di posko pengungsian mengaku, ia bersama keluarganya telah berada di pengungsian di musala sudah satu malam, karena di dalam rumahnya kebanjiran dengan ketinggian air 60 centimeter.

"Anak saya masih batuk pilek. Alhamdulillah, dari tim medis Puskesmas Tirto langsung ke sini mendatangi posko pengungsian untuk memberikan pengobatan gratis bagi pengungsi disini. Saya bersyukur, mereka bisa langsung jemput bola kesini, pelayanannya juga gratis," katanya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved