Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pekalongan

Serunya Puluhan Anak Usia Dini di Kota Pekalongan Belajar Kebencanaan

Kegiatan edukasi bencana sejak dini yang ditujukkan kepada anak-anak TK/PAUD ini bertujuan untuk belajar bersama menghadapi bencana.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
Istimewa
BPBD Kota Pekalongan memberikan edukasi bencana sejak dini untuk belajar bersama terkait upaya penyelamatan, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan menghadapi bencana. 

TRIBUN-PANTURA.COM, PEKALONGAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan menerima kunjungan outing class dari 38 siswa/siswi RA Muslimat NU Masyithoh 03 Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, beserta para guru pendampingnya, di halaman Kantor BPBD setempat, Senin (29/1/2024).

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha mengungkapkan bahwa, kegiatan edukasi bencana sejak dini yang ditujukkan kepada anak-anak TK/PAUD ini bertujuan untuk belajar bersama terkait upaya penyelamatan, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan menghadapi bencana.

Dimana, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi upaya yang baik agar mereka bisa lebih siap menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Baca juga: Gelar Edukasi Keuangan, OJK Imbau Pelaku UMKM di Tegal Tak Terjebak Investasi Ilegal dan Pinjol

"Kunjungan anak-anak TK tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian dan memperkenalkan budaya sadar bencana sedini."

"Seperti diketahui bersama, Kota Pekalongan ini menjadi salah satu wilayah yang rawan bencana banjir, rob, kebakaran, cuaca ekstrem yang berkaitan dengan hujan deras dan pohon tumbang. Melalui edukasi ini, anak-anak dikenalkan ancaman bencana yang ada di wilayah tempat dimana mereka tinggal," kata Dimas.

Dengan edukasi mitigasi bencana sejak dini ini, Dimas berharap, anak-anak usia dini tersebut bisa mengetahui dan paham betul tanda-tanda bahaya banjir, gempa, kebakaran, dan bencana lainnya.

"Selain itu, yang lebih utama mereka bisa mengambil tindakan atau perilaku untuk meminimalisir dampak dan resiko bencana yang terjadi," imbuhnya.

Baca juga: Ada-ada Saja, Wanita Semarang Kirim Ratusan Orderan Fiktif ke Mantannya di Kendal, Ini Penyebabnya

Dimas mengungkapkan, anak-anak mendapatkan materi terkait penanganan bencana gempa, melalui edukasi dalam bentuk nyanyian lagu yang didalamnya berisikan pesan-pesan penting dalam menghadapi bencana gempa, evakuasi korban banjir menggunakan perahu SAR, mengasah keberanian anak dengan bermain flying fox.

"Anak-anak diajarkan mengenali gempa bumi, termasuk teknik penyelamatan diri melalui lagu, dilanjutkan praktik simulasi gempa bumi. Anak-anak juga belajar alat dan sarpras yang biasanya digunakan Satgas untuk penyelamatan korban."

"Anak-anak dibekali kemampuan mental untuk berani menghadapi bencana yang disampaikan melalui permainan flying fox," ungkapnya.

Kepala Sekolah RA Muslimat NU Masyithoh 03 Pasirsari Kota Pekalongan, Ningriyati sengaja memberikan kegiatan outing class dengan berkunjung ke Kantor BPBD, untuk mengenalkan anak-anak agar lebih siap siaga menghadapi bencana.

Baca juga: BREAKING NEWS: Temuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Purbalingga, Ada Sejumlah Luka, Ini Ciri-cirinya

Dengan ilmu mitigasi kebencanaan yang cukup, mereka diharapkan tidak panik ketika terjadi bencana.

"Apabila terjadi bencana di wilayah tempat tinggalnya, maupun lingkungan sekolahnya diharapkan tidak begitu panik."

"Mereka juga memiliki mental yang tangguh, dan berani untuk siap menghadapi bencana dan meminimalisir dampak yang terjadi," katanya.

Sementara itu, Nafi murid RA Muslimat NU Masyitoh 03 Pasirsari mengaku senang bisa ikut outing class, dan belajar kebencanaan di BPBD Kota Pekalongan.

"Seru, bisa naik kapal pakai pelampung, terus main flying fox, dan simulasi gempa," katanya. (*)

 

Ikuti update berita Tribun-Pantura.com melalui link saluran WhatsApp TRIBUN PANTURA

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved