Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Bawaslu Jateng Tegur Bakal Paslon Calon Peserta Pilkada di 21 Daerah, Ini Daftar Pelanggarannya

Bawaslu Jateng Tegur Bakal Paslon Calon Peserta Pilkada di 21 Daerah, Ini Daftar Pelanggarannya

Tribunpantura.com/Mamduk Adi P
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Anik Solihatun (kanan) saat acara diskusi bersama Komisioner Divisi Teknis KPU Jateng, Putnawati (kedua kiri) belum lama ini. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng turut menegur bakal pasangan calon (paslon) yang diduga melanggar protokol kesehatan saat menjalani tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri juga menegur sejumlah petahana termasuk di Jawa Tengah karena diduga melanggar protokol kesehatan.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Anik Solihatun, menuturkan ada 41 paslon yang ada di 21 kabupaten/ kota Jateng mendapat teguran dari Bawaslu.

Mendagri Tegur Wakil Bupati Blora dan Wakil Bupati Demak saat Pendaftaran Paslon Pilkada ke KPU

Polda Jateng Tangkap Komplotan Sepesialis Pencuri Pikap Lintas Daerah, Polisi: Selalu Incar L-300

Daftar SD di Kabupaten Tegal yang Memberhentikan Sementara KBM Tatap Muka

PSK Asal Solo Meninggal Saat Layani Tamu Ke Enam Dalam Sehari

Mereka ditegur karena bakal paslon membawa iring- iringan dan diduga melanggar protokol kesehatan pada saat tahapan pendaftaran.

"Kami sudah melayangkan teguran pada paslon, parpol, perwakilan tim sukses, dan LO (Liaison Officer/ pihak penghubung)," jelas Anik, kepada Tribunpantura.com, Rabu (16/9/2020).

Teguran tersebut dilayangkan karena banyak kerumunan dan arak- arakan terjadi saat pendukung mengantar paslon.

"Hasil pengawasan kami, kerumunan, massa dan pengurus parpol yang mengantar pendaftaran paslon dan arak-arakan, bisa dipastikan hampir semuanya ada pelanggaran," ucapnya.

Menurutnya, dari hasil keterangan yang dihimpun di sejumlah daerah, tidak ada instruksi atau pengaturan sama sekali dari pihak parpol saat proses pendaftaran paslon ke KPU.

Namun, diduga sejumlah warga berkumpul dan mengantar paslon atas inisiatif sendiri.

"Pilkada penting, tapi kita harus menjaga kesehatan di masa pandemi ini."

"Kalau paslon tidak bisa kendalikan konstituennya, bagaimana nanti kalau jadi kepala daerah," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved