Berita Pekalongan
BPBD Kota Pekalongan Terima Alat Deteksi dini Gempa dan Tsunami dari BMKG
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, menerima alat peringatan dini gempa dan tsunami dari BMKG
TRIBUN-PANTURA.COM, PEKALONGAN -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, menerima alat peringatan dini gempa dan tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Alat ini bernama Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Alat berupa monitor tersebut, dapat mendeteksi gempa bumi dan tsunami dari berbagai wilayah di Indonesia.
Baca juga: Komisi 2 DPRD Kabupaten Pekalongan Kunjungan ke Pasar Kedungwuni, Ini yang Dibahas
Baca juga: Ketua DPRD Demak Usul Paslon Peserta Pilbup Dites Uji Baca Al Quran
Baca juga: Pratu Firdaus Gugur Diserang KKB Papua saat Patroli
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha mengatakan, selain mendeteksi dini adanya gempa bumi, alat ini juga memiliki fitur untuk melihat cuaca dan iklim di seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah, kami beruntung mendapatkan bantuan ini karena tidak semua daerah di Jawa Tengah mendapatkan InaTEWS," kata Dimas kepada Tribunjateng.com, Sabtu (7/11/2020).
Dimas menjelaskan, bahwa alat ini berfungsi untuk mengirimkan informasi secara real time tentang terjadinya gempa bumi di tiap daerah di Indonesia.
Kemudian informasi tersebut digunakan untuk mempercepat dalam proses evakuasi dan menyebarluaskan informasi ke masyarakat sehingga meminimalisasi korban jiwa.
"Informasi yang didapatkan tidak hanya di Kota Pekalongan saja, namun seluruh Indonesia, baik gempa bumi maupun tsunami.
"Melalui alat ini bisa membantu kami dan masyarakat untuk mengambil langkah dan kebijakan apa yang harus dilakukan sebelum terjadinya gempa bumi," jelasnya.
Tidak hanya alat InaTEWS, BPBD Kota Pekalongan juga mendapatkan alat Seismometer atau Seismograf untuk membaca sinyal getaran.
"Alat ini akan mendata dan mengirimkan sinyal getaran, dalam hal ini gempa bumi yang datanya langsung masuk dan terpantau di BMKG Pusat. Aat ini melengkapi informasi real time yang dikeluarkan oleh alat InaTEWS," imbuhnya.
Baca juga: BPBD Kabupaten Batang Terus Pantau Pergerakan Tanah di Lokasi Rawan Bencana
Baca juga: Tiga Bocah di Langkat Hilang, Sudah Tiga Minggu Belum Ada Titik Terang
Baca juga: Sudah Ada yang Ditransfer BSU Gelombang Dua Akhir Pekan Ini, Coba Cek Rekening Mu
Dimas menambahkan, alat ini akan memberikan sinyal peringatan dan informasi detail apabila akan terjadi gempa bumi di suatu wilayah meliputi lokasi gempa, waktu, magnitudo gempa, kedalaman getaran, kekuatan gempa, dan sebagainya.
Meskipun Kota Pekalongan berada di jalur rawan gempa, namun hingga saat ini getaran gempa buminya kecil, sehingga tidak berdampak bagi masyarakat.
"Alat ini juga akan membantu kesiapan masyarakat dengan adanya peringatan dini dari alat deteksi bencana tersebut."
"Meskipun begitu jangan kemudian tenang-tenang saja, perlu tetap waspada dan siap siaga karena Indonesia termasuk ring off fire sehingga sewaktu-waktu berpotensi terjadi gempa bumi," tambahnya. (Dro)