Penanganan Corona
62.560 Vaksin Covid-19 di Jateng untuk 31.255 Orang, Ganjar: Kalau Ada 10 Kiai Kerso, Hebat Banget
62.560 Vaksin Covid-19 di Jateng untuk 31.255 Orang, Ganjar: Kalau Ada 10 Kiai Kerso, Hebat Banget
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: yayan isro roziki
Distribusi vaksin Covid-19 tahap pertama, Jateng mendapat alokasi 62.560 dosis vaksin Sinovac untuk 31.255 orang. Ganjar ingin 10 kiai/nyai atau warga pesantren lain menjadi prioritas penerima.
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Sebanyak 62.560 dosis vaksin Sinovac yang akan didistribusikan di Jawa Tengah telah sampai di gudang penyimpanan di Ngaliyan Kota Semarang pada Senin (4/1/2021) dini hari.
Meskipun vaksin tahap pertama ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan, namun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuka peluang para warga pondok pesantren masuk dalam prioritas.
Terutama bagi para kiai dan ibu nyai, direncanakan bisa masuk dalam prioritas.
Baca juga: 62.560 Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Jateng Tiba di Semarang, Ganjar: Vaksinasi Mulai 14 Januari
Baca juga: Ihwal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Komisi IX DPR RI: Pemerintah Abaikan Hasil Rapat dengan DPR
Baca juga: Cacha Eks Trio Macan Alami Kecelakaan Beruntun di Tol Ungaran-Bawen, Mobilnya Tabrakan dengan Bus
Baca juga: Jokowi Tegaskan Vaksin Covid-19 Gratis, Ini Instruksi Ganjar untuk Kawal Kebijakan Presiden
"Bisa saja (kiai masuk prioritas). Seumpamanya di-list ada tenaga medis lalu pewakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, termasuk kiai, itu sangat menyenangkan dan bagus," kata Ganjar seusai menghadiri diskusi dengan Rabithoh Ma’ahidil Ilaiyyah (RMI) Nahdlatul Ulama Jateng dan Fraksi PKB DPRD Jateng, Senin.
Menurutnya, harus ada teladan atau tokoh yang bisa mengawali untuk divaksin agar bisa memberikan contoh kepada masyarakat.
Meskipun demikian, harus diperhatikan syarat penerima vaksin.
Yakni dari sisi kesehatan atau usia penerima.
"Kalau di Jateng ada perwakilan (penerima vaksin) 10 kiai kerso (mau), menurut saya itu hebat banget."
"Saya senang banget jika kiai nomor satu. Itu mungkin terjadi hanya di Jateng," ujarnya.
Ia menambahkan, rencananya pendistribusian vaksin akan dilakukan serentak seluruh Indonesia bebarengan dengan daerah lain.
Saat ini, pihaknya masih menyusun daftar penerima vaksin pada gelombang pertama ini.
Ganjar mengatakan secara keseluruhan mengusulkan pengadaan vaksin sebanyak 600 ribu.
Berdasarkan data di RMI hingga November 2020 sudah ada 207 kiai dn nyai yang wafat dengan dugaan terpapar covid.
Sementara, untuk virus coronaditemukan di sekitar 110 pondok pesantren.
62.560 dosis vaksin untuk 31.255 orang
Distribusi tahap pertama ini, Jateng memperoleh jatah sebanyak 62.560 dosis vaksin. Prioritasnya, diperuntukan tenaga kesehatan serta perwakilan tokoh masyarakat dan agama di Jateng.
Satu orang sasaran penerima akan mendapatkan dua dosis vaksin yang diberikan bertahap sebanyak dua kali. Diberikan pada awal penyuntikan vaksin dan pada dua pekan atau 14 hari setelahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, menyebut jumlah vaksin tersebut diperuntukan sebanyak 31.255 orang penerima yang sudah terdaftar terutama dari tenaga kesehatan.
Sementara, saat ini pihaknya tengah menyusun daftar penerima dari kalangan tokoh masyarakat dan lintas agama yang nantinya juga sebagai penerima vaksin.
"Tahap pertama ini, sesuai kelompok sasaran, tahapan penerima vaksin yakni untuk petugas kesehatan. Dimana petugas ini sebagai garda terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan publik dan memiliki risiko tertular Covid-19," jelas Yulianto, Senin.
Menurutnya, petugas kesehatan yang dimaksud tidak hanya dokter dan perawat. Namun juga tenaga penunjang kesehatan yang bersentuhan dengan penanganan covid.
Mereka antara lain tenaga administrasi, sopir ambulans pembawa pasien covid, pengurus jenazah covid, dan sebagainya.
Yulianto menerangkan tahapan produksi vaksin melalui jalan panjang dan lama. Ditambah sejumlah langkah pengujian di laboratorium, termasuk uji klinis.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan vaksin yang diproduksi mempunyai efektivitas dan keamanan yang tinggi.
"Sehingga bisa bermanfaat dan aman bagi yang divaksinasi. Kemudian juga pemeriksaan oleh Badan POM sebagai institusi yang berwenang dalam pengawasan obat dan makanan ini tentunya juga sudah dilakukan tes untuk mutu. Termasuk kehalalan, ini sudah dijamin," tegasnya.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir keamanan dan kemanfaatan vaksin ini.
Yulianto menambahkan meskipun vaksin sudah tiba di Jateng, namun distribusi ke masyarakat penerima direncanakan dilakukan pada 14 Januari.
Nantinya, setelah proses administrasi selesai, vaksin didistribusikan ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. (mam)
Baca juga: KSAL Ungkap Rekaman Data Drone Laut Seaglider Temuan Nelayan: Bisa untuk Militer dan Industri
Baca juga: Pecahkan Rekor Pele, Kini Ronaldo Tinggal Kejar Satu Nama Ini untuk Bikin Rekor Baru
Baca juga: Arab Saudi Cabut Larangan Terbang, Ibadah Umrah Dijadwalkan Kembali Mulai 16 Januari 2021
Baca juga: Mengenal Novavax, Daftar Terbaru 7 Vaksin Covid-19 yang akan Digunakan di Indonesia