Berita Pemalang
Perias Pengantin Kelabakan Cari Bunga Melati, Imbas Harga Naik hingga 600 Persen
Perias Pengantin Kelabakan Cari Bunga Melati, Imbas Harga Naik hingga 600 Persen
Penulis: budi susanto | Editor: yayan isro roziki
Penulis Wartawan Tribunpantura.com: Budi Susanto
TRIBUNPANTURA.COM, PEMALANG - Para penata rias pengantin kelabakan mencari bunga melati yang biasanya digunakan dalam prosesi resepsi pernikahan.
Selain langka, kini harga bunga melati melambung tinggi mencapai angka Rp130 ribu per kilogram di pasaran.
Padahal beberapa pekan lalu, harga terendah di tingkat petani hanya Rp25 ribu per kilogramnya.
• 16 Ribu ASN Kota Semarang Mulai Disuntik Vaksin Covid-19, Litani: Semua Bersedia Divaksinasi
• Banser Bojong Kabupaten Tegal Diterjunkan ke Lokasi Bencana
• Harga Bunga Melati di Pemalang Meroket Naik 600 Persen
• Vaksinasi Tahap Dua di Kabupaten Tegal Mulai Selasa Esok, Hendadi: 1.200 Vial Vaksin
Dampak melambungnya harga bunga melati, membuat para penata rias menaikan tarif riasan.
Terutama riasan yang menggunakan rangkaian bunga melati, yang biasanya ada pada sanggul pengantin wanita.
Ria, satu di antara penata rias pengantin di Kabupaten Pemalang satu di antaranya.
Ia menuturkan, jasa rias pengantin ikut naik lantaran mahalnya harga bunga melati di pasaran.
"Biasanya Rp250 ribu untuk sanggul dengan rangkaian bunga melati, dan kalung bunga melati yang dipakai pengantin pria."
"Sekarang naik 2 sampai 3 kali lipatnya," paparnya, Senin (22/2/2021).
Ia menerangkan, kelangkaan bunga melati membuatnya berburu hingga ke beberapa daerah.
"Kadang sampai beli di Banjarnegara, padahal biasanya di Pemalang, Tegal dan Pekalongan banyak," jelasnya.
Sementara itu, Ayu Dwi Lestari, penata rias asal Kecamatan Taman, Pemalang, mengatakan, tarif rangkaian bunga melati untuk sepasang pengantin dalam sepekan naik menjadi Rp600 ribu sampai Rp700 ribu.
"Memang mahal sekarang, dulu saja satu plastik sekitar 250 gram hanya Rp10 ribu, sekarang dengan harga itu tidak dapat," imbuhnya.
Ia mengaku di tengah musim hujan, dan bencana banjir harga bunga melati naik tak karuan.
"Kami juga susah kalau harganya melambung seperti sekarang, tak hanya penata rias, calon pengantin pun banyak yang mengeluh," tambahnya.
Pasokan langka
Pasokan bunga melati di tingkat petani hingga pasaran saat ini mengalami kelangkaan.
Kelangkaan pasokan tersebut disebabkan cuaca buruk dan banjir yang melanda wilayah Pantura Barat Jateng.
Diketahui Kabupaten Pemalang juga menjadi sentra bunga melati, tepatnya di wilayah Kecamatan Ulujami.
Pertanian bunga melati di Kecamatan Ulujami juga masuk dalam rencana pembangunan kawasan perdesaan sentra agri bisnis Pemkab Pemalang 2019-2023.
Dalam perencanaan agri bisnis di Kecamatan Ulujami itu, terdapat 8 desa yang menjadi sentra pertanian bunga melati.
Adapun 8 desa tersebut, Desa Tasikrejo, Desa Kaliprau, Desa Kertosari, Desa Blendung, Desa Ketapang, Desa Limbangan, Desa Mojo dan Desa Pesantren.
Bahkan Pemkab mencatat produksi tanaman melati pada 2015 lalu di Kecamatan Ulujami mencapai 1.759 ton lebih. Dan diproyeksikan menjadi 3.240 ton pada 2021.
Beberapa petani mengeluhkan kondisi tersebut, karena bencana dan buruknya cuaca harga bunga melati tembus di angka Rp 130 ribu perkilogramnya.
"Padahal harga terendah awalnya hanya Rp 25 ribu perkilogramnya, kini harganya naik tak karuan," jelas Casroni satu di antara petani bunga melati di Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami, Senin (22/2/2021).
Dilanjutkannya, mahalnya harga bunga melati karena kelangkaan pasokan dari petani di beberapa daerah.
"Hal itu dikarenakan banjir yang melanda beberapa dawrah sentra bunga melati, seperti di Pemalang. Semua lahan pertanian bunga melati terendam," paparnya.
Terpisah Taryono petani lainya, menambahkan, permintaan bunga melati masih tinggi namun pasokannya tak bisa menentu.
"Pasokannya tidak ada, mau bagaimana lagi karena banjir lahan pertanian jadi tidak produktif. Alhasil terjadi kelangkaan," tambahnya. (bud)
• Kepala Kanwil Kemenag Lantik Pengurus Rohis SMA dan SMK Jateng
• UPDATE Kondisi Pengungsi Banjir di Kota Pekalongan, 3.101 Warga Masih Mengungsi
• Tali Pusar Masih Menempel di Jenazah Bayi yang Ditemukan di Pesisir Desa Sugihwaras Pemalang
• Diadukan ke Mabes Polri, Polres Pemalang : Penanganan Kasus Penganiayaan Sudah Sesuai Prosedur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/ronce-bunga-melati.jpg)