Breaking News:

Berita Pemalang

Instruksi Bupati Pemalang: Guru yang Terlibat Pembelajaran Tatap Muka Harus Sudah Divaksin Semua

Instruksi Bupati Pemalang: Guru yang Terlibat Pembelajaran Tatap Muka Harus Sudah Divaksin Semua

Penulis: budi susanto | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Budi Susanto
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, saat memimpin rapat koordinasi uji coba pembelajaran tatap muka di Dindikbud Kabupaten Pemalang beberapa waktu lalu. 

Penulis : Budi Susanto 

TRIBUNPANTURA.COM, PEMALANG - Pemkab Pemalang mewacanakan adanya uji coba pembelajaran tatap muka pada 5 hingga 18 April mendatang. 

Meski hanya satu sekolah yang jadi pilot projek yaitu SMPN 1 Bodeh, namun Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, mewajibkan pengajar di sekolah tersebut menjalani vaksinasi. 

"Para guru yang akan mengajar harus sudah divaksin terlebih dahulu, jika diperlukan mengikuti tes usap agar aman," katanya, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Karena Alasan Ini, Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD di Kabupaten Pekalongan Ditunda

Baca juga: Ihwal Fee Kontraktor untuk Dapatkan Proyek-proyek Pemerintah, Begini Tanggapan Bupati Tegal

Baca juga: Gandeng Dinas Lingkungan Hidup, Alfamart Gelar Aksi Tanam Pohon untuk Kota Semarang

Baca juga: Ani Bingung dengan Kebijakan Pemerintah: Wisata dan Belanja Boleh, tapi Sekolah Belum Dibuka

Tak hanya itu, Bupati Agung juga meminta sekolah menyiapkan sarana pendukung protokol kesehatan. 

"Fasilitas seperti pengukur suhu, serta perlengkapan pendukung protokol kesehatan di lingkungan sekolah harus lengkap," jelasnya. 

Menurutnya persiapan wajib dilakukan, sebagai antisipasi pencegahan penularan Covid-19 saat dilakukan uji coba pembelajaran tatap muka. 

“Langkah pencegahan perlu dilakukan, supaya tidak terjadi penularan di lingkungan sekolah," paparnya. 

Ditambahkannya, dengan pengetatan protokol kesehatan, serta vaksinasi pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan baik dan lancar.

"Sehingga sekolah yang ditunjuk sebagai pilot projek segera dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka."

"Jika pelaksanaaya aman dan nyaman, maka hal tersebut bisa diterapkan di seluruh sekolahan yang ada di Kabupaten Pemalang," imbuhnya. (*)

Baca juga: Cerita Durotul, Warga Kendal yang Sulap Kluwih Jadi Abon, Jenang, dan Emping, Begini Caranya

Baca juga: Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY Musnahkan 25,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp21,85 Miliar

Baca juga: Ihwal Oknum Kades di Pekalongan Hamili Warganya, Polisi Periksa Saksi, DPRD Angkat Bicara

Baca juga: 4 Komoditas Ini Berpotensi Sumbang Inflasi Tertinggi saat Ramadan di Kota Tegal

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved