Berita Pekalongan
Kala Mantan Menteri Bambang Brodjonegoro Adu Tanding Badminton Triple Lawan Wali Kota Pekalongan
Istilah permainan mixed triple atau tiga lawan tiga memang belum cukup populer, karena badminton dikenal hanya pertandingan tunggal dan ganda.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
"Tapi lama kelamaan melihat usia, resiko yang dihadapi."
"Nah, dengan keterbatasan waktu kita bisa melihat badminton triple menjadi olahraga yang sifatnya rekreasi, tapi tetap menarik, untuk melakukan semacam pertandingan," imbuhnya.
Pihaknya mengungkapkan, bahwa tim yang dibawa ini adalah semua kalangan baik dari mantan birokrat, lalu birokrat, dan pengusaha.
Menurutnya, walaupun latar belakangnya tim bang bro bermacam-macam, tapi yang menyatukan semuanya cuma satu yaitu badminton, dan semuanya sepakat dan senang mencoba badminton triple dan ingin badminton triple dikenal oleh banyak pihak.
"Di grup kita ini (bang bro) latarbelakang nya macam-macam, ada mantan dubes Rusia untuk RI, mantan Deputi perekonomian, mantan anggota DPR RI, ada pensiunan birokasi, wirausaha, profesional BUMN ataupun di swasta."
"Mudah-mudahan pertandingan persahabatan ini bisa berjalan lancar."
"Kita sudah sering keliling ke berbagai tempat di Indonesia, pernah menang dan pernah kalah."
"Kalau melihat timnya Pekalongan, tongkrongannya seram dan kita menghadapi dengan lawan kuat tapi ini artinya pertandingan akan berjalan dengan menarik dan tentunya akan fun," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, prinsip pertandingan ini adalah persahabatan dan fun saja.
Aaf mengungkapkan, bahwa ia belumĀ pernah main badminton main 3 lawan 3.
"Prinsip awal orang Pekalongan itu tidak pernah mundur, mau dua lawan dua, ataupun tiga lawan tiga. Prinsip awal berani, kalah menang itu belakangan," kata Aaf, sapaannya.
Pihaknya mengucapkan terimakasih atas kedatangan tim bang bro datang ke Kota Pekalongan. Kemudian, aaf juga meminta maaf kalau ada sambutan ataupun jamuan yang kurang berkenan.
"Insyaallah pertandingan persahabatan ini mudah-mudahan tidak terlupakan bagi semuanya. Kota Pekalongan, masyarakatnya sangat welcome, ramah, dan tidak memandang suku ras, agama ataupun jabatan, semuanya welcome," ucapnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.