UMKM

Rajutan Asa Supartini Nasabah PNM, dari Keterpurukan Menuju Pemberdayaan Perempuan Difabel

Kisah Supartini, difabel yang menjalankan kerajinan rajut di Yogyakarta yang berkembang berkat pembiayaan Mekaar dari PT PNM.

|
Editor: m zaenal arifin
Istimewa
KERAJINAN RAJUT - Supartini, pelaku usaha kerajinan rajut di Yogyakarta yang berkembang berkat pembiayaan Mekaar dari PT PNM. (Dok) 

"Inilah semangat kami di PNM Mekaar untuk terus memberdayakan, bukan sekadar hanya memberikan pinjaman usaha.” ujarnya. 

Di balik kesibukannya sebagai pelaku UMKM, Supartini juga menjalani peran sebagai ibu dan nenek.

Ia tinggal bersama anak bungsu dan cucunya, serta menjadi mitra ojek online dalam program Difabike untuk mendukung UMKM lokal.

Lebih dari sekadar usaha, apa yang dilakukan Supartini merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: 25 UMKM Binaan PNM di Pekalongan Dilatih Teknik Roasting Kopi

Ia menghidupkan harapan bagi banyak ibu rumah tangga dan perempuan difabel untuk tetap produktif dan berdaya.

Tidak jarang ia juga diundang menjadi pelatih merajut di berbagai sekolah dan instansi pemerintahan.

PNM melalui program Mekaar telah berperan penting dalam mendukung perjalanan Supartini.

Modal yang diberikan bukan hanya pinjaman, melainkan bahan bakar semangat untuk memberdayakan kembali mimpi-mimpi yang sempat runtuh.

Kisah Supartini mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya.

Dengan ketekunan, keberanian, dan dukungan yang tepat, siapa pun bisa bangkit dan menjadi inspirasi bagi sekitarnya.

#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM

(*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved