Breaking News:

Kuliah Perdana UPGRIS

Mahasiswa Dituntut Adaptif Terhadap Perubahan

Perkembangan pesat teknologi dan internet di era Revolusi Industri 4.0. memaksa angkatan muda harus selalu memperbarui pemahaman dan keterampilannya.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Pembukaan kuliah perdana mahasiswa baru Universitas PGRI Semarang. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG -
Perkembangan pesat teknologi dan internet di era Revolusi Industri 4.0. memaksa angkatan muda harus selalu memperbarui pemahaman dan keterampilannya.

Sebab, jenis pekerjaan-pekerjaan yang muncul sebagai efek dari perkembangan pesat teknologi seringkali tak terduga.

Untuk itu, para generasi muda, dalam hal ini para calon mahasiswa baru harus senantiasa mampu berpikir global.

Baca juga: Pilkada Rawan Timbulkan Klaster Corona, Begini Upaya Pemkab Pekalongan untuk Mencegahnya

Baca juga: Cerita Penggawa PSM Asal Guntur Demak, Bungkam Mulut Tetangga dengan Prestasi

Baca juga: Update Virus Corona di Kabupaten Pekalongan, Dua Nakes Positif Covid-19, Total 240 Warga Terjangkit

Baca juga: Satu Anggota Satpol PP Kota Semarang Meninggal Karena Covid-19

“Mahasiswa baru harus siapkan diri menjadi warga global,” ungkap Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr Muhdi dalam pidato di depan mahasiswa baru saat Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru UPGRIS Tahun 2020- 2021 dan Kuliah Perdana, Senin (12/10/2020).

Ia menegaskan, menjadi warga global artinya berpikir secara menyeluruh dan tidak terjebak dalam sudut pandang tertentu.

“Terbuka terhadap perubahan dan adaptif dalam menyikapi perubahan,” ujarnya.

Sementara itu, Muhdi menerangkan bahwa untuk menunjang itu semua, UPGRIS sudah menyediakan berbagai kurikulum dan program kerja sama internasional, baik dengan universitas maupun perusahaan di luar negeri.

Senada, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd, Kons., dalam kuliah perdana yang ia sampaikan menyatakan para mahasiswa harus sadar sepenuhnya tentang posisinya dalam tantangan zaman yang menghadang mereka, yaitu Revolusi Industri 4.0, Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, dan Kehidupan New Normal.

“Mahasiswa harus sadar posisinya, dan harus terus mengasah keterampilan softskill dan hardskill,” ucap Sugiharto.

Baca juga: Bawaslu Kabupaten Pekalongan Layangkan Surat Rekomendasi ke KASN, soal Netralitas ASN di Pilakda

Baca juga: Sudah 7 Bulan Tutup, Pengelola Bioskop di Kota Tegal Ingin Diizinkan Operasi, Begini Jawaban Jumadi

Baca juga: Jembatan Timbang Subah Ditutup, Tri Nyanyikan Lagu Los Dol, Gunadi: Overload Itu Bahaya

Baca juga: Jembatan Timbang Subah Ditutup, Tri Nyanyikan Lagu Los Dol, Gunadi: Overload Itu Bahaya

Ia juga menambahkan, mahasiswa sebagai insan dewasa harus berani bertanggung jawab dengan apa yang ia lakukan, serta mulai melatih diri untuk bermental wirausaha, dengan demikian sikap kemandirian mereka akan terasah.

Mahasiswa harus mulai mengubah perspektif mereka dalam memandang dunia perkuliahan.

“Kampus itu kolam, dan dunia kerja dalah lautan. Maka, mahasiswa sejak di kampus harus sudah dikenalkan dengan ganasnya dunia di lautan lepas,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved