Penanganan Corona

Cegah Klaster Corona, Pondok Pesantren di Kudus Kebagian APD

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengantisipasi terjadinya klaster baru di lingkungan pondok pesantren.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Penyerahan APD ke pondok pesantren. 

TRIBUN-PANTURA.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengantisipasi terjadinya klaster baru di lingkungan pondok pesantren.

Hal itu menyusul aktivitas kegiatan pondok pesantren yang sudah kembali normal dengan menjalani pola kebiasaan baru sesuai instruksi Presiden Joko Widodo

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan, para santri yang tadinya dipulangkan akibat pandemi Covid-19, kini telah dapat kembali menjalani aktivitasnya di ponpes.

Baca juga: BPBD Kota Pekalongan Terima Alat Deteksi dini Gempa dan Tsunami dari BMKG

Baca juga: Komisi 2 DPRD Kabupaten Pekalongan Kunjungan ke Pasar Kedungwuni, Ini yang Dibahas

Baca juga: Ketua DPRD Demak Usul Paslon Peserta Pilbup Dites Uji Baca Al Quran

Baca juga: Pratu Firdaus Gugur Diserang KKB Papua saat Patroli

Oleh karena itu, pengasuh ponpes diminta agar tetap mendisiplinkan protokol kesehatan dilingkungan pondok supaya tak menjadi klaster baru Covid-19.

"Salah satunya dengan pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk penerapan protokol kesehatan," ujar Hartopo saat menyerahkan bantuan APD untuk Ponpes Yasin di Kecamatan Kota, Jumat (6/11/2020) sore.

Hartopo meminta agar pengasuh pondok dan santrinya ikut bersama-sama menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai.

"Saya berharap kepada para pengasuh ponpes serta para santri agar selalu mendisiplinkan protokol kesehatan untuk menghindari klaster baru di lingkungan pondok," ucapnya.

Lebih lanjut, Hartopo mengatakan penerapan protokol kesehatan secara ketat menjadi kunci utama dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

Misalnya, pengecekan suhu badan sebelum santri masuk kelas, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan memakai masker.

"Bahkan ketika aktivitas makan, kita juga harus waspada. Cukup konsentrasi hanya untuk makan saja tidak perlu berbicara dengan teman. Kalau bicara, baru pakai masker atau faceshield, Saya lihat juga penerapan Prokes disini sangat baik," ujarnya.

Disisi lain, Hartopo juga meminta maaf yang sebesar besarnya karena keterlambatan penyerahan bantuan untuk ponpes.

"Bukan karena disengaja, namun karena alokasi anggaran terkait bantuan ponpes harus melalui birokrasi yang bertahap serta perlu pengkajian, dapat dikatakan njlimet apalagi di saat pandemi seperti ini," terangnya.

Selain itu, kedatangannya tersebut sebagai upaya untuk tetap menjalin tali silaturahmi dengan para kiai di Kudus.

Baca juga: BPBD Kabupaten Batang Terus Pantau Pergerakan Tanah di Lokasi Rawan Bencana

Baca juga: Tiga Bocah di Langkat Hilang, Sudah Tiga Minggu Belum Ada Titik Terang

Baca juga: Sudah Ada yang Ditransfer BSU Gelombang Dua Akhir Pekan Ini, Coba Cek Rekening Mu

Baca juga: Potensi Bencana Sinkhole di Desa Jolosekti Jadi Pantuan Pemkab Batang

Tak hanya itu, pihaknya juga ingin memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran.

"Alhamdulillah dapat kembali bersilaturahmi dengan kiai dan alim ulama Kudus. Sekaligus saya memang ingin memastikan bantuan tepat sasaran," katanya.

Hartopo berharap, bantuan APD yang diperuntukan di ponpes Yasin berupa disinfektan, masker, dan perlengkapan penunjang lainnya dapat dipergunakan maksimal.

"Saya berharap bantuan berupa APD dan hibah sarpras untuk persiapan new normal ini digunakan secara maksimal, semoga bermanfaat bagi aktivitas dipondok pesantren Yasin ini," jelasnya. (raf)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved