Berita Tegal

Volume Sampah Kota Tegal Meningkat di Masa Covid-19, Sehari Bisa Sampai 220 Ton

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal mencatat, ada peningkatan volume sampah di masa pandemi Covid-19.

Tribun-Pantura.com/ Fajar Bahruddin
Kasi Pengelolaan Limbah B3 dan Peningkatan Lingkungan Hidup DLH Kota Tegal, Andry Hendratmoko. 

TRIBUN-PANTURA.COM, TEGAL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal mencatat, ada peningkatan volume sampah di masa pandemi Covid-19.

Volume sampah meningkat di angka 5 sampai 10 persen.

Kasi Pengelolaan Limbah B3 dan Peningkatan Lingkungan Hidup DLH Kota Tegal, Andry Hendratmoko mengatakan, produksi sampah di masyarakat sebelum datangnya pandemi Covid-19, sehari mencapai 200 ton.

Setelah adanya pandemi Covid-19, ada penambahan 10 ton sampai 20 ton sampah per hari.

Baca juga: Wawali Tegal Jumadi Terharu Ditemui Pramuka Tunarungu dan Tunawicara

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Wilayah Tegal Raya Minggu 8 November 2020, Hujan Sedang Sore Hingga Malam

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Minggu (8/11/2020) Ada di Satu Lokasi

Baca juga: Asikin Jaga Imunitas Tubuh dengan Rajin Berolahraga

Andry mengatakan, volume sampah meningkat karena masyarakat banyak beraktivitas di rumah.

Ketika lapar mereka memesan makanan melalui ojek online dan itu menggunakan plastik.

Selain itu, menurut Andry, sumber peningkatan volume sampah juga berasal dari alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh tenaga kesehatan, seperti masker maupun baju hazmat.

Kemudian oleh masyarakat yang menggunakan masker sekali pakai.

"Yang lebih banyak tetap sampah plastik produksi masyarakat. Karena itu kebutuhan rutin sehari-hari. Kalau sampah dari APD kan khusus dipakai tenaga kesehatan," kata Andry kepada tribunjateng.com, Sabtu (7/11/2020).

Menanggapi volume sampah yang meningkat, Andry mengimbau, masyarakat untuk meminimalkan timbulnya sampah di masa pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, masyarakat lebih baik menggunakan masker yang bisa dicuci dan dipakai kembali.

Baca juga: Potensi Gula Kristal Purbalingga Rambah Ekspor, Ada 18 Ribu Penderes

Baca juga: BPBD Kota Pekalongan Terima Alat Deteksi dini Gempa dan Tsunami dari BMKG

Baca juga: Komisi 2 DPRD Kabupaten Pekalongan Kunjungan ke Pasar Kedungwuni, Ini yang Dibahas

Baca juga: Ketua DPRD Demak Usul Paslon Peserta Pilbup Dites Uji Baca Al Quran

Jangan memakai masker yang sekali pakai.

Sementara masker sekali pakai agar digunakan oleh tenaga kesehatan dan orang yang sedang di rumah sakit.

Andry mengatakan, untuk mengurangi sampah plastik, masyarakat bisa menerapkan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).

Sampah-sampah yang sudah digunakan jangan langsung dibuang, tapi dipilah terlebih dahulu.

Sampah yang bisa ditukar dibawa ke bank sampah, yang tidak laku baru dibuang.

"Untuk masyarakat diimbau agar meminimalkan timbulnya sampah. Guankanlah masker yang bisa dicuci dan dipakai ulang," pesannya. (fba)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved