Berita Brebes

Kala Rumah Anak SIGAP Atasi Stunting di Pesisir Brebes, Edukasi Orangtua Pola Asuh Positif

Kala Rumah Anak SIGAP Atasi Stunting di Pesisir Brebes, Edukasi Orangtua Pola Asuh Positif.

Tribunpantura.com/Fajar Bahruddin Achmad
Solikha, fasilitator Rumah Anak SIGAP Kluwut saat menjelaskan manfaat bercerita atau mendongeng kepada anak, Selasa (19/11/2024). 

TRIBUN-PANTURA.COM, BREBES - Pagi itu, Izzati Ainur Rizqo tampak bersemangat berjalan cepat dengan menggandeng tangan ibunya, Amalia Miranti (32), Selasa (19/11/2024).

Anak berusia 3 tahun itu berjalan sembari melompati genangan air sisa hujan semalam di perkampungan nelayan Desa Kluwut RT 03 RW 04, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Wajahnya seketika semringah. Dia tersenyum setelah sampai di Rumah Anak SIGAP Kluwut.

Buru-buru, dia menarik tangan ibunya untuk masuk.

Izzati menjadi yang pertama sampai. Dia bersama ibunya disambut oleh Solikha (57), fasilitator Rumah Anak SIGAP Kluwut.

Dengan cerianya, Izzati menyalami dan memamerkan rambutnya yang baru dipotong pendek dan berponi. Dia lalu bermain lego balok susun.
 
Saat semua anak sudah sampai, pukul 09.30 WIB, fasilitator membagikan buku cerita berjudul ‘Menyambut saat Noni Datang.’

Para orangtua diminta mendongengkan isi buku tersebut kepada anaknya.

Baca juga: Pemkot Tegal Luncurkan Program Pasti Main Partnership untuk Atasi Stunting

Beberapa anak terlihat mendengarkan sambil menunjukkan jari ke gambar, beberapa yang lain sibuk dengan mainan di tangannya.

Setelah itu, orangtua diarahkan untuk bertanya siapa saja karakter dalam dongeng tersebut. Izzati dengan lancar menjawab pertanyaan dari ibunya.

“Sejak anak belum berumur 3 tahun sudah ikut kegiatan di Rumah Anak SIGAP. Anak jadi lebih aktif dan mudah berinteraksi serta tidak pemalu,” tutur Amalia membanggakan anak pertamanya.

Di ruangan seluas 5x3 meter itu, ada sejumlah tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan bersama orangtuanya. Mereka merupakan peserta kelas Bintang Terang, kelompok anak usia 24 bulan-36 bulan.

Saat kegiatan berlangsung ada lima orang pendamping, satu koordinator dan empat fasilitator Rumah Anak SIGAP, yakni Sri Yuliana (41), Solikha, Maria Ulfa (41), Tarifah (41), dan Taswi (45). Mereka semua kader kesehatan Desa Kluwut.

Setelah materi selesai, fasilitator membuka konsultasi terhadap pola asuh orangtua yang diberikan sehari-hari di rumah. Mulai cara berkomunikasi dengan anak, makanan dengan asupan gizi, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Saya dapat edukasi tentang stunting di sini, mana makanan minuman yang baik dan tidak. Jadi tahu dalam sehari anak harus makan satu protein, paling tidak telur, supaya terhindar dari stunting,” ungkap Amalia yang senang melihat anaknya tumbuh sehat.

Baca juga: Program Doktor FH Unissula Beri Edukasi Masyarakat Bangkalan Bahaya Pernikahan Dini dan Stunting

Manfaat keberadaan Rumah Anak SIGAP Kluwut turut dirasakan oleh Kusripah (35), seorang ibu rumah tangga yang suaminya bekerja sebagai nelayan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved