Berita Brebes
Kala Rumah Anak SIGAP Atasi Stunting di Pesisir Brebes, Edukasi Orangtua Pola Asuh Positif
Kala Rumah Anak SIGAP Atasi Stunting di Pesisir Brebes, Edukasi Orangtua Pola Asuh Positif.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m zaenal arifin
Ada empat pengelompokan sasaran, yaitu kelas Bintang Kecil untuk usia 0-6 bulan, Bintang Ceria untuk usia 6-12 bulan, Bintang Pijar untuk usia 12-24 bulan, dan Bintang Terang untuk usia 24-36 bulan.
Edukasi yang ditekankan adalah pola asuh positif dengan model kelas tematik dan kelompok bermain bersama.
Selain itu ada kegiatan rutin bulanan, seperti kelas ibu hamil, kunjungan rumah, dan kelas remaja usia pra nikah dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK).
“Awal mula saya berkecimpung, dulu di sini kumuh sebelum kenal pola asuh. Ibu-ibunya takut imunisasi, tetapi sekarang justru dicari. Anak-anaknya yang semula malu-malu, sekarang percaya diri. Sehingga terjadi perubahan perilaku masyarakat,” jelas Sri Yuliana, Koordinator Rumah Anak SIGAP Kluwut.
Baca juga: Cegah Stunting, Puskesmas Batang Gencarkan Gerakan Minum Pil Cantik Bagi Pelajar SMP
Irwan Gunawan selaku SIGAP Program Manager at Tanoto Foundation, menjelaskan alasan pendirian Rumah Anak SIGAP di perkampungan nelayan Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.
Pada 2022, Tanoto Foundation menandatangani MoU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk percepatan penurunan stunting.
Ada empat kabupaten/kota yang diusulkan, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, dan Kota Semarang.
Di Kabupaten Brebes, mulanya ada beberapa opsi desa dengan angka stunting tinggi, seperti Desa Grinting, Desa Kluwut, dan Desa Negla.
Terpilihlah Desa Kluwut, selain karena angka stunting yang tinggi, di sana merupakan kawasan pesisir.
“Pada perjalanannya ternyata cukup menantang, di mana masyarakatnya memiliki karakteristik sendiri. Ketika gak perlu ya, gak datang, ngapain. Komunal tapi individual,” kata Irwan melalui zoom meeting, Rabu (13/11/2024).
Pendekatan terhadap masyarakat pesisir di Desa Kluwut, terbilang sukses. Irwan menilai, keberhasilan itu karena Tanoto Foundation memiliki champions, yakni para fasilitator pilihan dari kader kesehatan.
Kini, para orangtua menjadi lebih pintar dalam mengasuh anak. Pola asuh positif yang diberikan berdampak terhadap penurunan stunting.
“Kami ada beberapa champions (red, fasilitator) di sana. Kader-kader itu yang akhirnya menjadi motor kita untuk menggerakkan masyarakat. Saat ini Rumah Anak SIGAP Kluwut sedang proses mandiri, harapannya bisa dilanjutkan oleh pemerintah desa,” jelasnya.
Tekan Stunting
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes mencatat, terjadi penurunan angka prevalensi stunting yang cukup signifikan di tahun 2022-2023.
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Kabupaten Brebes mengalami penurunan sebanyak 7,5 persen. Dari yang semula di angka angka 29,1 persen turun menjadi 21,6 persen.
Bahkan, daerah dengan julukan Kota Telur Asin ini diganjar penghargaan penanganan stunting terbaik se- Indonesia oleh Seameo Recfon dalam ECCNE Award 2023.
Baca juga: Kejar Penurunan Angka Stunting, Bupati Pekalongan Launching Kampung KB dan Integrasi Layanan Primer
Kemudian dari yang semula di urutan ke-35 atau paling bawah dalam penanganan stunting se-kabupaten/kota di Jawa Tengah, kini Brebes menempati posisi ke-14.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.